hut

Atasi Kecanduan Gadget, Mahasiswa UB Ciptakan Aplikasi ‘Adem’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Pada zaman modern seperti saat ini, penggunaan gadget terutama Smartphone hampir tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.

Berbagai aplikasi dan game yang menarik membuat Smartphone menjadi barang yang seakan-akan wajib untuk dibawa ke mana saja bahkan ke tempat tidur.

Bahkan tidak jarang masyarakat khususnya generasi muda yang mulai kecanduan dengan aplikasi media sosial maupun game yang dapat dengan mudah diakses melalui Smartphone.

Mereka rela menunda atau bahkan meninggalkan waktu ibadah demi bermain media sosial atau game di Smartphone.

Berangkat dari permasalahan tersebut, enam mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan Aplikasi ‘Adem’ untuk mengatasi kecanduan gadget sebagai revitalisasi generasi Z berbasis mobile.

Mereka adalah Kirana Aisyah Larasati (Fakultas Mipa), Sayyidati Nurmuthi’ah (Fakultas Pertanian), serta Hilmi Aziz Bukhori, Rahmah Nur Diana Filkom, Yusuf Gladiensyah Bihanda Filkom dan Achmadika Avisina dari Fakultas Ilmu Komputer.

Dijelaskan Sayyidati Nurmuthi’ah, Adem merupakan sebuah aplikasi untuk mengatasi gadget adict. Dimana sekarang ini hampir semua masyarakat memiliki smartphone untuk digunakan bermedia sosial maupun bermain game.

Adanya fasilitas game maupun media sosial pada smartphone menjadikan generasi muda khususnya para siswa kerap menunda waktu salat demi bermain smartphone.

Inilah yang kemudian membuat banyak orang tua resah dan akhirnya menjauhkan smartphone dari anaknya, begitu juga saat disekolah. Padahal siswa SMA merupakan generasi Z dimana sejak lahir sudah dikenalkan dengan teknologi dan internet.

“Di sini kami menghadirkan aplikasi Adem untuk memberikan solusi agar anak-anak tidak lagi kecanduan smartphone dan tetap melaksanakan ibadah tepat waktu,” ujarnya saat memperkenalkan aplikasi Adem di gedung rektor UB, Selasa (16/7/2019).

Lebih lanjut, Kirana Aisyah Larasati, sebagai pemilik ide menceritakan bahwa ide membuat aplikasi Adem sebenarnya sudah terpikir sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), tapi baru bisa terealisasi saat kuliah.

“Idenya sudah ada sejak SMA karena permasalahannya juga saya rasakan saat SMA,” akunya.

Dijelaskan Kirana, aplikasi Adem hadir dengan berbagai fitur unggulan, salah satunya fitur Salat Lock yang berfungsi untuk mengunci atau me-lock screen gadget secara otomatis ketika tiba waktu salat.

“Dengan fitur salat lock, selama 15 menit gadget tidak akan dapat digunakan karena telah ter-lock screen secara otomatis, dan baru bisa digunakan kembali setelah melebihi waktu minimal 15 menit. Selama 15 menit ini pemilik smartphone bisa menggunakan waktunya untuk ibadah salat,” terangnya.

Fitur selanjutnya adalah Adem challenge yang berfungsi untuk mendorong pengguna agar istikamah beribadah bersama orang lain ataupun privat. Adem challenge terbagi menjadi dua, yaitu day challenge dan night challenge.

Day challenge merupakan pengingat amalan ibadah yang berjalan dengan cara mengunci gadget dan hanya akan dapat terbuka atau tergunakan apabila pengguna menscan QR Code yang tersedia dalam waktu tertentu.

Sedangkan night challenge adalah pengingat amalan ibadah yang berjalan dengan cara membunyikan alarm apabila telah masuk waktu yang telah disetting oleh pengguna dan akan berhenti berbunyi apabila pengguna menscan QR Code yang telah tersedia.

Challenge ini dilengkapi dengan progres setiap challenge (berapa kali berhasil, berapa kali gagal, dan berapa yang sedang berjalan),” jelasnya.

Selain itu juga ada fitur Hijriatun Notif sebagai pengingat hari-hari mustajab Islam serta fitur Messanging app untuk pengiriman pesan aplikasi dengan fragmen yang berbeda antara pesan pribadi dengan pesan grup dan fitur Timeline (website).

“Tujuan dibuatnya aplikasi ini adalah untuk dapat mengembangkan aplikasi mobile yang dapat mendisiplinkan waktu salat yang tertunda karena kecanduan gadget bagi pelajar SMA dan meningkatkan semangat ibadah bagi pelajar. Aplikasi juga akan segera diluncurkan di Play store,” tandasnya.

Aplikasi Adem juga akan diikutlombakan di ajang MTQ Nasional di cabang Desain Aplikasi Alquran (DAQ).

Lihat juga...