hut

BEI Balikpapan Targetkan 5.000 Investor Baru

Editor: Koko Triarko

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan, Dinda Ayu Amalliya -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan, tahun ini menargetkan pertumbuhan investor baru sebanyak 5.000 orang. Target itu dipatok setelah melihat potensi masyarakat Kalimantan Timur di bursa saham yang meningkat.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan, Dinda Ayu Amalliya, optimis target itu bisa direalisasikan. “Melihat perkembangannya, kami optimis mencapai target pertumbuhan lima ribu investor baru tahun ini. Data kami menunjukkan, sampai bulan ini sudah ada 1.856 investor baru di pasar saham,” kata Dinda, Senin (15/7/2019).

Kantor Perwakilan BEI Balikpapan memiliki wilayah kerja dua provinsi, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Jumlah investor dari Kalimantan Timur menunjukkan tren peningkatan. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah investor yang naik cukup signifikan.

BEI Balikpapan mencatat, pada akhir 2017 jumlah investor berdasarkan single investor identification (SID) sebanyak 8.553 orang. Setahun kemudian, jumlahnya menjadi 12.369 orang.

“Ada penambahan jumlah investor sebesar 3.816 selama satu tahun. Karena itu, kami menaikkan target investor baru,” imbuh Dinda.

Jumlah itu baru di wilayah Klaimantan Timur. Di provinsi tetangga, Kalimantan Utara, pertumbuhan investor lebih fantastis dengan persentase kenaikan hingga 100 persen sepanjang 2017-2018.

Tutup tahun 2017, BEI Balikpapan mencatat hanya ada 456 investor bursa saham dari Kalimantan Utara. Sementara pada Desember 2018, jumlahnya menjadi 889. “Hingga Mei tahun ini, naik menjadi 1.009 atau bertambah 120 investor baru,” katanya.

Dinda Ayu juga mengatakan, dari data tersebut bisa dilihat tren masyarakat untuk berinvestasi sangat tinggi. “Namun masih ragu untuk berinvestasi di pasar saham, karena belum memiliki pengetahuan yang cukup,” imbuh dia.

Karena itu, BEI melakukan edukasi dan sosialisasi secara terus-menerus, untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap bursa saham.

Ada dua sasaran edukasi yang dilakukan BEI. Pertama untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap bursa saham. Kedua, untuk menghindarkan masyarakat dari produk investasi palsu atau bodong.

Lihat juga...