hut

Belasan WNA Masih Bekerja di PLTMG Baubau

Imigrasi, ilustrasi -Dok: CDN

BAUBAU – Sebanyak 14 warga negara asing masih bekerja di pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG), di Kelurahan Kalialia Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

“Sudah lima orang yang pulang sejak 2 Juli 2019. Kini, sisa 14 orang yang belum pulang, karena masih dibutuhkan sebagai tenaga ahli,” ujar Kepala Sub Seksi Intelijen Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Baubau, Ridho Aprizal Zawawi, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, ke-14 WNA yang masih bertahan di PLTMG sejak akhir 2017 itu, terdiri atas dua warga negara India, tiga orang asal Rusia dan sembilan orang asal Cina. “Jadi, WNA itu masih dibutuhkan sebagai tenaga spesialis. Peralatannya dari Cina sehingga yang mengoperasikan asal Cina, sedangkan untuk teknik distribusi listrik dikerjakan dari India dan Rusia,” jelasnya.

Keberadaan WNA tersebut, menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dengan jangka waktu satu tahun. Izin tersebut bisa diperpanjang apabila Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sudah diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). “Jadi sekarang tugas Imigrasi cuma mengawasi kegiatan orangnya saja apakah sesuai dengan Imta-nya atau tidak. Sedangkan untuk wilayah dan teknik kerjanya diawasi oleh Disnaker,” katanya.

Keberadaan warga asal India dan Rusia, masuk melalui  PT Weser Industri. Sedangkan warga asal tirai bambu atau Cina masuk dari perusahaan NIPC, dan untuk pekerja lokal bekerja melalui PT Bagus Karya. “Kitas mereka dikeluarkan dari Imigrasi Baubau, bukan (Imigrasi) Jakarta,” jelasnya.

Mereka juga sudah terdaftar di Dinas Tenaga Kerja. Dengan demikian, pihaknya menggangap keberadaan WNA itu tidak ada masalah. Perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan perusahaan BUMN yakni PT PLN. (Ant)

Lihat juga...