hut

Beli Bantuan Perlengkapan Sekolah, Kotim Siapkan Rp12 Miliar

Ilustrasi anak sekolah -Dok: CDN

SAMPIT – Pemkab Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengalokasikan anggaran Rp12 miliar, untuk merealisasikan janji memberi perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh pelajar di daerah tersebut.

“Rencananya semua siswa SD dan SMP akan diberi bantuan, karena jenjang ini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Dananya sudah disepakati dalam rapat anggaran. Saya sendiri yang memimpin kemarin,” kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi, di Sampit, Selasa (9/7/2019).

Pemerintah daerah akan memberikan bantuan berupa seragam sekolah dan batik, tas, dasi, sepatu serta kaos kaki. Bantuan itu direncanakan untuk seluruh pelajar SD dan SMP, dan bukan hanya untuk pelajar dari keluarga tidak mampu.

Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Supian mengaku sudah meminta dinas pendidikan menghitung anggaran yang dibutuhkan. Dilakukan koordinasi dengan kepala sekolah SD dan SMP, untuk menghitung seluruh pelajar yang ada. “Awalnya pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp16 miliar, namun setelah penghitungan ternyata dana yang dibutuhkan hanya sekitar Rp12 miliar. Diharapkan program yang dananya dialokasikan dalam APBD Perubahan 2019 ini juga didukung DPRD sehingga bisa direalisasikan,” tandasnya.

Program tersebut, bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Langkah itu, juga untuk meningkatkan partisipasi siswa, agar tidak ada anak yang putus sekolah akibat tidak memiliki biaya. Dia ingin semua anak di Kotim mengenyam pendidikan, sehingga memiliki modal untuk menggapai masa depan.

Peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak besar terhadap penanggulangan berbagai masalah seperti kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial lainnya. “Pendanaan bantuan ini dimasukkan dalam APBD Perubahan nanti dan diharapkan berlanjut. Kalau nanti sudah ada bantuan tapi tetap ada yang memungut tanpa ada dasar, maka tentu akan ada sanksi,” tegas Supian.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi, mengatakan, pihaknya masih menyusun rancangan peraturan bupati sebagai dasar hukum bantuan tersebut. Selanjutnya akan dikonsultasikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar tidak terjadi pelanggaran aturan.

“Mudah-mudahan pada anggaran perubahan nanti, dana yang dibutuhkan bisa terealisasi. Ini komitmen pemerintah daerah, khususnya inisiatif bupati untuk membantu masyarakat,” pungkas Suparmadi. (Ant)

Lihat juga...