hut

Presiden Soeharto Terima “The Spirit of Helen Keller Award” Karena Berhasil Turunkan Pravelensi Kebutaan

Hari Anak Nasional pada 1994 menjadi momen sejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada 23 Juli, Presiden kedua RI menerima penghargaan “The Spirit of Helen Keller” dari HELEN KELLER International, suatu LSM di Amerika Serikat yang bergerak di bidang penanggulangan kebutaan, karena dinilai berhasil menurunkan pravelensi kebutaan di Nusantara.

“Tanda penghargaan tersebut diberikan karena bangsa Indonesia karena berhasil menanggulangi penyakit kornea pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A,” sebut Presiden Soeharto saat memberikan kata sambutan pada peringatan Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli 1994 di halaman tengah Istana Jakarta.

Pada 1973, ada 13 di antara 10 anak balita Indonesia menderita kelainan kornea karena kekurangan vitamin A. Pada 1992, angka tadi berhasil diturunkan menjadi tiga orang anak saja.

Penghargaan tersebut, merupakan sebuah kehormatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama yang bergerak di bidang kesehatan. Hal ini akan lebih mendorong semua pihak dalam memperhatikan kesehatan anak-anak di Nusantara.

Bagi Pak Harto, kesehatan anak-anak menjadi prioritas dalam setiap kebijakan-kebijakan selama memimpin Indonesia. Sebab, generasi penerus bangsalah yang kelak akan meneruskan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Merekalah yang akan meneruskan perjuangan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” sebut Jenderal Besar HM Soeharto.

Sementara itu, dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (15/6/1994) di Jakarta, Menteri kesehatan, Sujudi menyebutkan, dalam kurun waktu 13 tahun dari 1979-1992 Indonesia berhasil menurunkan prevalensi exophthalmia hingga berada di bawah batasan masalah kesehatan masyarakat yang ditentukan WHO, sebesar 0,50 persen. Yakni dari dari 1,3 persen menjadi 0,33 persen.

“Berarti exophthalmia tidak menjadi masalah lagi di Indonesia,” terangnya di hadapan dewan, seperti yang termuat dalam web soeharto.co.

Tapi keberhasilan tersebut, tidaklah menghentikan program pemerintah, bahkan angka 0,33 persen menjadi salah satu dari 10 sasaran yang dicanangkan dalam konferensi Anak 1990, yang harus dicapai tahun 2000.

“Meskipun Indonesia sudah mendapat penghargaan, namun program pemberian vitamin A dengan dosis 200.000 IU kepada anak balita tetap akan dilanjutkan dua kali setahun, pada bulan Februari dan Agustus,” tambah Menkes.

Selama ini diketahui, penyakit exophthalmia dan kebutaan dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Selain itu, kekurangan vitamin A juga berperan pada tingginya angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak balita. Suplementasi vitamin A dengan pemberian kapsul vtamin A dosis tinggi pad anak secara berkala, terbukti efektif untuk menanggulangi exophthalmia.

Lihat juga...