hut

BNPB: Pemanfaatan Lahan Gambut Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA – Lahan gambut yang sangat rentan terbakar, ternyata mampu menjadi peluang baru dalam strategi peningkatan ekonomi masyarakat. Luas lahan gambut di Indonesia mencapai 15,4 juta hektar tersebar di 8 provinsi, antara lain Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua dan Papua Barat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebutkan, hal Ini sangat berpotensi untuk ditanami berbagai jenis buah dan tanaman yang dapat dikembangkan bersama sehingga mampu menunjang perekonomian masyarakat setempat serta mengurangi risiko bencana kebakaran hutan dan lahan.

“Pemanfaatan lahan gambut ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah saja, dibutuhkan sinergitas dan koordinasi yang intensif bersama masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lahan, pelaku usaha dalam proses pemasaran dan pendistribusian hasil tanam, serta para akademisi terampil dalam meneliti struktur lahan gambut yang beragam di Indonesia,” kata Kepala BNPB, Doni Monardo pada Rapat Pemanfaatan Lahan Gambut di Gedung BNPB, Jakarta lewat keterangan tertulis, Jumat (26/7/2019).

Doni menyebutkan, dengan kekayaan sumber daya alam dan manusia yang dimiliki Indonesia, perlu langkah nyata dalam proses peningkatan sumber daya serta harus mampu menciptakan budaya masyarakat yang cinta lingkungan. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa keberhasilan masyarakat dan para pelaku usaha dalam mencoba menanam beberapa bibit tanaman dan buah di lahan gambut yang berhasil dipanen dan dijual di pasaran.

“Potensi tanaman kopi dan buah sukun menjadi sangat besar dalam langkah pemanfaatan lahan gambut. Bahkan, buah sukun yang kaya akan manfaat dan dapat dikembangkan di lahan gambut jika didistribusikan dan didukung dengan sosialisasi yang tepat, akan mampu menjadi sumber pangan bangsa, bahkan dunia,” jelasnya.

Sementara itu Kepada Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead mengungkapkan bahwa dari hasil kajian oleh tim gabungan, ada nilai ekonomi dari lahan gambut, sehingga kesempatan itu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa.

Menurut data dari Badan Restorasi Gambut, penilaian potensi mata pencarian dan keuntungan yang didapatkan berdasarkan perspektif produksi petani dan penjualan terbagi menjadi tiga, antara lain: Klasifikasi Tinggi – Net Present Value (NPV) > 70 min IDR : Bambu, Kakao, Kopi, Madu, Ubi, Vanilla, Budidaya Ikan. Klasifikasi Medium – NPV > 25 min IDR: Kelapa, Minyak Ikan, Nanas, Udang, Rotan, Purun, da. Klasifikasi Rendah – NPV > 25 min IDR atau NPV Negatif : Durian, Jelutung, Jagung, Nipah, Minyak Kelapa Sawit, Sagu, Semangka, Beras,.

Dalam rapat tersebut hadir Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, perwakilan dunia usaha.

Lihat juga...