hut

Borobudur Today 2019, Ajang Seniman Indonesia-Vietnam Melukis Bersama

MAGELANG  – Puluhan seniman Indonesia dan Vietnam melukis bersama-sama di pelataran barat Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Melukis bersama-sama di pelataran Candi Borobudur, Minggu, diselenggarakan Balai Konservasi Borobudur bekerja sama dengan Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) 15 dengan tema Borobudur Today 2019.

Sebelum melukis, para seniman dari Vietnam ada delapan orang melakukan observasi sekitar satu jam di Candi Borobudur.

Mereka mengamati relief, patung, arca maupun stupa yang ada di Candi Borobudur. Setelah melakukan pengamatan, para seniman ini kemudian melukis di atas kanvas.

Ketua KSBI 15, Umar Chusaeni, mengatakan, Candi Borobudur merupakan sumber inspirasi kepada siapa saja, terutama seniman untuk berkarya.

Melukis bersama ini merupakan rangkaian untuk pameran tahunan bertajuk Borobudur Today bekerja sama dengan Balai Konservasi Borobudur agar mengenal secara dekat apa yang ada di Candi Borobudur.

“Ini untuk mengeksplor, mengenal lebih dekat apa yang ada di Borobudur dari sisi-sisi karya seni. Itu nanti akan dieksplor dilihat lebih dalam, kemudian akan dibuat karya oleh 30 seniman dari Vietnam dan Indonesia,” katanya.

Ia menuturkan karya-karya yang dihasilkan pada hari ini mengeksplor Borobudur dengan mata batin dan keterampilan masing-masing seniman dengan aliran yang berbeda-beda.

Seorang seniman dari Vietnam Nguyen Ngoc Dan mengaku sangat cinta dengan Borobudur dan sudah delapan kali ke Candi Borobudur. Selain itu, dia ingin lebih dekat lagi dengan Borobudur, lebih menyatu dan sangat bangga bisa bersama-sama KSBI 15 berkarya di sini.

“Saya cinta dengan Borobudur, saya ingin sekali lebih dekat lagi dengan Borobudur, lebih menyatu dan sangat bangga bisa berkarya di sini. Ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya bersama teman-teman,” katanya.

“Jadi Borobudur itu salah satu sumber yang membuat secara spiritual ada kedamaian, ada rasa kebahagiaan di hati,” katanya.

Kasi Konservasi Balai Konservasi Borobudur (BKB), Yudi Suhartono, mengatakan, BKB mempunyai program kemitraan dengan masyarakat maupun stakeholder yang ada tentang pelestarian Candi Borobudur.

“Kegiatan ini merupakan salah satu pelestarian Candi Borobudur, khususnya seni lukis. Jadi dengan adanya kegiatan ini, kami harapkan seniman Borobudur bisa menginspirasi bahwa candi ini memiliki sesuatu yang bernilai dengan menuangkan lukisan dan menjaga serta melestarikan,” katanya.

Ia berharap nantinya nilai-nilai Borobudur akan tertanam di masyarakat. Nilai-nilai Borobudur tersosialisasikan kepada masyarakat semua, dengan begitu maka masyarakat merasa memiliki Borobudur dan menjaga Borobudur. (Ant)

Lihat juga...