hut

Cegah Stunting, Dinkes Banyumas Evaluasi Kesehatan Balita

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas terus berupaya untuk melakukan pencegahan kasus stunting. Evaluasi kesehatan terus dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya gencar melakukan pemeriksaan kesehatan balita.

“Kita terus berupaya untuk menyiapkan generasi yang sehat, kuat dan produktif. Kemarin kita baru saja menyelenggarakan evaluasi bayi dan balita sehat, mulai usia 6 bulan hingga 6 tahun, dilakukan pemeriksaan kesehatan serta kunjungan ke rumah untuk mengetahui kondisi lingkungan,” kata Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto, Jumat (12/7/2019).

Selain untuk mendeteksi kasus stunting sedini mungkin, pemeriksaan kesehatan ini juga untuk memotivasi para orang tua supaya lebih memperhatikan kondisi anak-anak mereka. Mulai dari asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi, hingga kesehatan lingkungan rumah.

Pencegahan gencar dilakukan, sebab pada tahun sebelumnya, Banyumas masih masuk dalam 100 kabupaten/kota dengan angka stunting tinggi. Dari hasil pemeriksaan terhadap 300 balita, ditemukan sebesar 24 persen. Padahal menurut standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO), seharusnya minimal 20 persen.

Dari sisi dukungan anggaran, tahun 2019 ini dialokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik untuk penanganan stunting sebesar Rp 750 juta. Selain itu, untuk anggaran fisik, dilakukan pengadaan alat antropometrikit di puskesmas-puskesmas. Antropometrikit merupakan alat untuk mengukur tinggi dan berat badan.

Sementara itu, dari evaluasi kesehatan bayi dan balita, Dinkes membagi dalam dua kategori yaitu usia 6 – 24 bulan dan usia 2 – 5 tahun. Pada kegiatan tersebut, petugas dari Dinkes juga melakukan penilaian fisik, mulai dari berat badan, tinggi badan serta pemeriksaan psikis, seperti pertumbuhan anak, tingkat pengetahuan orang tua, pola pengasuhan serta lingkungan rumah.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, juga dilakukan penilaian dan balita yang mempunyai riwayat tumbuh kembang terbaik akan diberi kesempatan untuk mewakili Kabupaten Banyumas dalam lomba anak sehat di Provinsi Jawa Tengah yang bersamaan dengan perayaan HUT Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada bulan November mendatang,” pungkasnya.

Lihat juga...