hut

Cuaca Tidak Bersahabat, Hasil Tangkapan Teri di Lampung Minim

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kondisi cuaca perairan barat Lampung berpengaruh pada hasil tangkapan ikan nelayan. Hasil tangkapan kali ini mengalami penurunan, terimbas cuaca yang tidak bersahabat.

Somad, salah satu nelayan jaring rampus menyebut, hasil tangkapan ikan teri nasi dan teri jengki masih minim. Angin barat yang bertiup mengakibatkan wilayah tangkap nelayan menjadi terbatas. Selama ini tangkapan nelayan paling banyak diperoleh di sekitar Pulau Pasaran, Pulau Legundi dan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Akibat minimnya hasil, harga teri nasi mengalami kenaikan dari semula Rp160.000 menjadi Rp180.000 per-kilogram (kg). Sementara untuk teri jengki sebelumnya Rp150.000, naik menjadi Rp170.000. per-kg.

Teri nasi atau dikenal teri Medan hasil tangkapan nelayan dermaga Bom Kalianda Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Somad dan para bidak, istilah untuk anak buah kapal jaring rampus, hanya mendapatkan sekira 50 kilogram teri. Hasil tersebut lebih sedikit bila dibandingkan saat kondisi cuaca membaik. “Nelayan memilih istirahat tidak melaut, karena kondisi cuaca terutama angin barat menghambat proses melaut, hanya kapal ukuran besar yang berani tetap beraktivitas,” ungkap Somad kepada Cendana News, Sabtu (6/7/2019).

Teri nasi, jengki dan teri katak, yang kerap terjaring, pada umumnya dikirimkan ke produsen teri yang mengolahnya menjadi ikan teri kering. “Ikan teri nasi, selain diminati oleh masyarakat dalam kondisi kering, juga dalam kondisi basah untuk kuliner sambak teri,” ungkap Somad.

Kenaikan harga ikan akibat cuaca, juga diakui oleh Santi, salah satu pedagang di pasar ikan higienis Kalianda. Semua jenis ikan mengalami kenaikan harga dengan cukup beragam, berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per-kg.

Sementara untuk ikan besar, seperti tongkol semula dijual Rp25.000 kini menjadi Rp30.000 per-kg. Ikan kuniran semula dijual Rp40.000 naik menjadi Rp50.000, ikan tengkurungan semula Rp20.000 menjadi Rp25.000, ikan simba semula Rp50.000 menjadi Rp60.000. Meski harga ikan naik karena minimnya tangkapan, Santi menyebut permintaan ikan masih tetap tinggi. Ikan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat.

Lihat juga...