Dampingi Komunitas Ngofa Tidore, FIB UI Hidupkan Kembali Tenun Putra Dino

Ilustrasi kain tenun - DOK CDN

DEPOK – Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), menggagas pendampingan kepada komunitas Ngofa Tidore. Kegiatan digelar sebagai pengabdian masyarakat untuk menghidupkan kembali tenun khas Tidore, Puta Dino, yang telah punah.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakar FIB UI, Dr Ade Solihat, mengatakan, sebagai upaya menghidupkan kembali kebudayaan menenun di masyarakat Desa Soasio, Tidore, Maluku Utara, pihaknya melakukan pengumpulan dan menganalisis motif tenun khas Tidore.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengelaborasi makna historis dan filosofis motif-motif tenun. Pendampingan tahap awal dilakukan pada Februari 2019. Sebelumnya, di April 2018 lalu tim melakukan kunjungan ke Desa Soasia, Tidore.

“Ke depannya, kolaborasi ini akan ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih kuat antara FIB UI dengan Kesultanan Tidore, Maluku Utara, dan juga Bank Indonesia Cabang Malut. Bank Indonesia Maluku Utara telah lebih dahulu menjadi pembina dan pendukung dana bagi program revitaliassi tenun khas Tidore ini. Namun, perkembangan dan kelanjutan revitalisasi Puta Dino memerlukan landasan ilmiah dari elemen perguruan tinggi,” katanya, Minggu (14/7/2019).

Tim pengabdian masyarakat FIB UI terdiri atas Dr  Ade Solihat, Dr Ari Anggari Harapan, M.Hum., dan Dwi Woro Retno Mastuti. Tenun Puta Dino merupakan tenun khas Kesultanan Tidore yang sudah punah. Kain, alat tenun, maupun pengrajin tidak lagi dapat dijumpai berada di antara masyarakat Tidore, Maluku Utara.

Sementara, Kesultanan dan masyarakat Tidore masih mempertahankan banyak tradisi dan ritual yang mengharuskan berpakaian adat, yang salah satunya adalah pemakaian kain tenun.

Tim Pengabdian Masyarakat FIB UI menyambut ajakan Anitawati (46), seorang perempuan kelahiran Soasio, Tidore, yang juga masih bagian dari keluarga Kesultanan Tidore, dalam upaya menggerakkan para pemuda Tidore (Ngofa Tidore) untuk kembali membangkitkan budaya menenun.

Diharapkan upaya pendampingan dari dosen FIB mampu membawa budaya dan kain tenun Puta Dino kepada lapisan masyarakat di tingkat nasional hingga internasional. Merevitalisasi tenun khas Tidore itu tidak saja bernilai ekonomi bagi masyarakat Tidore, namun juga bernilai penting dalam menjaga warisan budaya yang tinggi. (Ant)

Lihat juga...