hut

Dari Kebumen, Sono Jualan Kentongan di Pasar Sapi Sleman

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Di bawah terik matahari yang menyengat, Sono (45), nampak bersemangat menjajakan dagangannya ke sejumlah warga yang tengah berada di Pasar Sapi, Ambarketawang, Gamping, Sleman.  Lelaki asal Dusun Sruweng, Pandansari, Kebumen, Jawa Tengah, itu berjalan kaki sambil memanggul sejumlah kayu kentongan yang sudah ia buat beberapa hari sebelumnya. 

Sesekali ia nampak memukul-mukul kentongan itu untuk menarik perhatian pembeli.  “Kentongan..kentongan.. murah.. murah..  suara nyaring.. bisa dicoba..,” ujarnya, dengan logat khas Banyumasan.

Di tengah era teknologi informasi yang begitu pesat seperti saat ini, memang makin sulit menemukan penjual kentongan asongan seperti Sono. Lelaki tua ini boleh dibilang merupakan satu dari sedikit pembuat sekaligus penjual kentongan yang masih tersisa.

“Saya sudah membuat dan menjual kentongan sejak 1997. Sekadar untuk mengisi waktu saat sedang tidak bertani,” ujarnya.

Meski sudah tak lagi menjadi alat komunikasi sebagaimana beberapa dekade silam, namun tak sedikit warga yang masih menggunakan kentongan hingga saat ini.

Selain sebagai hiasan rumah, kentongan juga kerap menjadi simbol kebanggaan atau penanda status masyarakat di desa.

“Kebanyakan yang membeli warga di desa. Untuk dibunyikan setiap kali ronda. Namun, ada pula yang sekadar untuk hiasan. Misalnya, di tempat-tempat wisata budaya,” ungkapnya.

Membuat kentongan berbagai ukuran, Sono mengaku menjualnya dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp20 ribu, Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Semua tergantung jenis kayu dan ukurannya.

“Bahannya ada yang kayu sengon, mahoni, nangka sampai jati. Makin bagus kayunya, tentu makin mahal harganya,” ungkapnya.

Untuk kentongan ukuran kecil dengan panjang sekitar 50 cm, Sono mampu membuatnya hanya dalam hitungan jam saja. Namun untuk kentongan berukuran besar, antara 80 cm – 1 meter, dibutuhkan waktu hingga beberapa hari.

“Kalau untuk ukuran kecil-kecil seperti ini, sehari bisa dapat 5 biji. Tapi kalau untuk yang besar, 1 kentongan selesai dalam waktu 3 hari,” paparnya.

Lihat juga...