hut

DBD Landa Mukomuko, Perlu Pengasapan

Ilustrasi pengasapan/Foto: Dokumentasi CDN.

MUKOMUKO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan sampai sekarang hanya satu orang dari sebanyak 44 warga yang positif terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini yang meninggal dunia.

“Hanya satu warga Kecamatan Malin Deman yang meninggal dunia akibat DBD. Selain warga ini belum ada laporan lain,” kata kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Nen Widiyarti, di Mukomuko, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu setelah mendapat informasi ada seorang anak usia sekitar 7 tahun yang masih duduk kelas satu SD di Desa Air Berau yang meninggal dunia diduga akibat penyakit DBD.

Ia menyatakan, instansinya sampai sekarang belum menerima laporan tentang seorang siswa kelas satu SD di Desa Air Berau yang diduga meninggal dunia akibat DBD baik dari puskesmas Kecamatan Pondok Suguh maupun RSUD.

Dinkes Mukomuko akan menelusuri kebenaran informasi terkait seorang anak yang meninggal dunia diduga akibat DBD dari puskesmas Kecamatan Pondok Suguh dan RSUD setempat.

Menurutnya, bisa saja anak tersebut meninggal dunia bukan karena DBD tetapi karena penyakit lain. Karena untuk memastikan seorang itu meninggal dunia akibat DBD harus melalui uji laboratorium.

Sedangkan salah seorang warga di Kecamatan Malin Deman sampai meninggal dunia akibat DBD, menurutnya, diduga karena penyakitnya sudah parah baru dibawa ke rumah sakit.

Sarmi, salah seorang keluarga siswa kelas satu SD di Desa Air Berau yang diduga meninggal dunia akibat DBD memastikan keponakannya ini meninggal dunia akibat DBD.

“Anak ini bernama Padel, dia ini masuk rumah sakit karena terserang DBD setelah lebaran tahun ini, lalu beberapa hari dirawat di rumah sakit, keluarga meminta rujukan untuk membawa korban ini ke rumah sakit di Padang tetapi baru sampai di wilayah Selaut, Provinsi Sumatera Barat anak ini meninggal dunia,” ujarnya.

Ia minta, dinas terkait melakukan pengasapan atau fogging fokus di wilayah ini untuk mencegah penyebaran penyakit ini. (Ant)

Lihat juga...