hut

Delapan Siswa Smater Maumere Lolos Program Asia Kakehashi Project 2019

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pengiriman 8 siswa ke Jepang melalui program Asia Kakehashi Project, merupakan sebuah prestasi besar bagi SMAK Frateran Maumere (Smater). Sejak mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri pada 2013, pada tahun ini merupakan sebuah prestasi terbesar karena jumlah siswa yang dikirim lebih banyak.

“Ini sebuah prestasi besar, Samter sejak 2013 selalu meloloskan siswa-siswinya untuk mengikuti berbagai program belajar ke luar negeri,” kata ketua pengurus Yayasan Mardi Wiyata pusat, Frater M.Polikarpus, BHK, Kamis (25/7/2019).

Frater Poli, sapaannya, mengatakan, 8 siswi perempuan tersebut lolos mewakili NTT. Mereka menjadi bagian dari 27 pelajar asal Indonesia, yang lolos program Asia Kakehashi Project ke Jepang 2019

“Kami pasti sangat bangga dengan pencapaian sekolah ini. Perjuangan dan kerja keras itu membuahkan hasil yang gemilang. Ini  tahun yang  luar biasa,” katanya.

Petrasia DP Gani,siswi Smater Maumere yang mendapat beasiswa program YES ke Amerika 2019. -Foto: Ebed de Rosary

Menurutnya, delapan siswi Smater tersebut akan disebar ke berbagai provinsi di Jepang. Tiga orang di antaranya sudah mendapat tempat di Okinawa, Sendai, dan Hokaido.

Selain itu, dua anak didik Smater juga lolos beasiswa sekolah PASCH  ke Jerman. Seorang siswi ke Roma Italia melalui program AFS dan  satu anak lagi ke Amerika, mengikuti program YES.

Petrasia DP Gani, siswi Smater Maumere yang mendapat beasiswa program YES ke Amerika, mengatakan, kegiatan ini merupakan program pertukaran pelajar, program budaya YES khusus ke Amerika.

Para pelajar akan berangkat tanggal 29 Juli ke Jakarta untuk mengikuti orientasi nasional selama seminggu, setelah itu pada 5 Agustus 2019 ke Amerika.

“Pihak sekolah sangat berperan membentuk karakter kami, sehingga bisa mengikuti berbagai program beasiswa yang pastinya program unggulan sekolah juga,” tuturnya.

Petra, sapaannya, juga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung sejak awal sampai akhir. Terima kasih kepada orang tua yang telah mengirimkannya belajar di Smater Maumere.

“Kepada para pelajar di Sikka dan NTT, pesan saya agar tetap semangat dan selalu mencari beasiswa belajar ke luar negeri. Tunjukkan kalau anak-anak sekolah di NTT pun bisa belajar ke luar negeri dan mendapat beasiswa,” pesannya.

Petra juga meminta kepada pelajar di NTT, untuk menunjukkan, bahwa ‘Sang Bintang dari Timur’ itu sudah mulai muncul. Bintang dari timur itu, tegas Petra, sudah mulai bersinar.

Setidaknya para pelajar, sarannya, harus bisa menguasai bahasa Inggris sehari-hari, bila ingin mendapat beasiswa ke Amerika.

“Kesempatan mendapatkan beasiswa ke luar negeri selalu tersedia, asalkan kita mampu meningkatkan kemampuan kita sebagai pelajar, terutama penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris,” pungkasnya.

Lihat juga...