hut

Diikuti 10.000 Orang, Yoga Tertawa di Badung Raih Rekor Muri

Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta (tengah) menyapa warga saat pencatatan Rekor Muri Peserta Terbanyak Senam Yoga Tertawa di Mangupura, Badung, Sabtu (13/7/2019) - Foto Ant

BADUNG – Pemkab Badung, Bali, bersama PT Varash Saddan Nusantara, berhasil meraih Rekor MURI senam yoga tertawa terbanyak.

Tercatat ada 10.000 orang yang menjadi peserta senam yoga tertawa tersebut. “Kami memberikan rekor MURI ini karena kami lihat dan nilai bersama tim dan peserta yoganya mencapai 10.000 orang,” ujar Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, di Indonesia sebelumnya belum pernah ada senam yoga tertawa dalam ajang pencarian rekor MURI. Sehingga, jika nanti ada yang ingin memecahkan rekor tersebut, harus melebihi dari sepuluh ribu peserta. “Ini yang pertama kami keluarkan, MURI untuk senam yoga tertawa. Jika ada yang ingin memecahkan rekor harus melebihi dari jumlah yang sekarang,” tandasnya.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, mengatakan, yoga tertawa tak hanya semacam tertawa. Namun, bagaimana mengolah tubuh untuk menghilangkan penyakit. “Untuk menghilangkan segala jenis penyakit, juga harus rutin melaksanakan yoga tertawa itu. Saya contohnya, punya sakit pinggang, rutin yoga dan bisa sembuh,” jelasnya.

Di Kabupaten Badung, pelaksanaan yoga tertawa rutin dilaksanakan di kawasan pusat pemerintahan Badung. Kegiatan biasanya diikuti semua staf di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. “Biasanya kegiatan yoga tertawa ini kami laksanakan setiap hari Jumat pagi untuk staf,” lanjutnya.

Di September 2019, Pemkab Badung akan meresmikan Gedung Balai Budaya, dan ia meminta yoga tertawa juga hadir dan ikut memeriahkan acara dalam peresmian gedung tersebut.

Pendiri yoga tertawa, Kadek Siwa Ambara, mengatakan, yoga tertawa sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kegiatannya dapat mempercepat proses penyembuhan, khususnya penyakit akibat pikiran atau stres. “Penyakit pikiran ini sangat mendominasi masyarakat saat ini, termasuk perasaan yang bersedih akan menumbuhkan emosi negatif,” jelasnya.

Jika emosi negatif muncul, maka seseorang akan mudah terkena penyakit, seperti permasalahan pencernaan, jantung, saraf dan kadar gula. Dan penyakit pikiran tersebut tidak mudah dideteksi, sehingga perlu dilakukan perubahan untuk menghilangkan penyakit pikiran itu. “Seperti pikiran stres ditenangkan, sedih dibahagiakan, tubuh tegang direlaksasikan. Sehingga cara yang mudah untuk melakukan itu adalah tertawa,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...