hut

Dinkes NTB Imbau Warga Waspadai Wabah Diare

Editor: Koko Triarko

MATARAM – Selama musim kemarau, masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta mewaspadai munculnya wabah penyakit diare, dengan senantiasa menerapkan pola hidup sehat, memasak air sebelum diminum.

“Musim kemarau seperti sekarang, terjadi kekeringan dan kekurangan air bersih, terutama di daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan. Kekeringan juga mengakibatkan kualitas air menjadi berpengaruh, yang tentunya bisa menimbulkan penyakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Rabu (17/7/2019).

Dikatakan, wabah penyakit diare merupakan salah satu kasus  yang mulai bertambah sejak musim kemarau  berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di NTB.

Salah satu penyebab kasus penyakit diare meningkat, karena keterbatasan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak akan musim kekeringan, seperti di daerah Sumbawa dan Bima.

“Karena itu, meski di musim kemarau, standar kesehatan harus tetap diingat, air harus selalu dimasak, kemudian makanan harus dimasak dengan matang dan harus dalam tertutup, jangan sampai terkena debu karena membawa kuman,” terangnya.

Dikatakan pula, wabah penyakit diare termasuk penyakit menular. Sebagian besar penyakit diare yang terjangkit di wilayah NTB, karena adanya virus yang cepat terjangkit dari satu orang ke lainnya.

Kasus penyakit diare di NTB mulai melanda sejak awal Juli 2019 dan terjadi merata di seluruh daerah NTB. Jika dipersentasekan, masyarakat terkena diare hanya sekitaran 5 sampai 10 dan tidak termasuk kejadian luar biasa (KLB).

“Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai diare yang minim, membuat  Dikes NTB terus melakukan sosialisasi melalui posyandu dan beberapa kegiatan kesehatan lainnya di lingkungan masyarakat, terutama di Lombok Selatan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulanganan Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan, berdasarkan data, tahun ini sebanyak 298 desa mulai terdampak kekeringan.

Ratusan desa terdampak kekeringan tersebut berada di 68 kecamatan di sembilan kabupaten dan kota yang tersebar di NTB. Sebanyak 137,959 Kepala Keluarga (KK) atau 549,011 jiwa terdampak kekeringan.

Kabupaten terdampak kekeringan terbanyak berada di Kabupaten Lombok Utara, dengan 86 desa meliputi delapan kecamatan, kemudian Kabupaten Lombok Tengah 46 desa dengan tujuh kecamatan, Sumbawa 42 desa dengan 17 kecamatan, Bima 36 desa dengan 10 kecamatan.

Kemudian Lombok Barat 28 desa dengan enam kecamatan, Lombok Timur 18 desa lima kecatan, Dompu 16 desa meliputi tujuh kecamatan, Sumbawa Barat 13 desa dengan tiga kecamatan dan Kota Bima 13 desa dengan lima kecamatan.

Lihat juga...