hut

Diprediksi Puncak Kemarau DIY Terjadi Agustus 2019

Kekeringan, ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memprakirakan, puncak musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta akan terjadi pada Agustus 2019.

“Kemarau di Yogyakarta secara periodik menguat, dan puncaknya pada Agustus,” kata Kepala Kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Etik Setyaningrum, Minggu (7/7/2019).

Penguatan musim kemarau ditandai dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah di DIY. Sejumlah wilayah sudah mengalami lebih dari 61 HTH sehingga masuk kategori berstatus “awas” kekeringan. Sedangkan yang sudah mengalami 31 HTH memiliki status “siaga.”

Meski demikian, bukan berarti saat musim kemarau di DIY yang telah dimulai sejak April 2019 sama sekali tidak ada hujan. Hujan masih dimungkinkan muncul selama kemarau, namun dengan kadar curah hujan kurang dari 50 milimeter per 10 hari (dasarian).

Munculnya hujan saat musim kemarau bisa disebabkan adanya gangguan cuaca jangka pendek, yang memengaruhi pertumbuhan awan hujan. Ia mencontohkan beberapa hari yang lalu sempat tercatat terjadi hujan 1,8 milimeter di Yogyakarta yang disebabkan adanya gangguan cuaca akibat pertemuan angin atau konvergensi dampak dari siklon tropis di Vietnam. “Jadi musim kemarau jangan diartikan sama sekali tidak ada hujan,” kata Etik.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, awal musim hujan di DIY baru akan terjadi pada pertengahan Oktober 2019. Adapun musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan akan berlangsung dari akhir September sampai Oktober 2019.

Sejumlah wilayah yang berstatus Awas terhadap kekeringan meteorologis adalah Kecamatan Kasihan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Pandak, Bantul, Sewon, Banguntapan, Piyungan (Kabupaten Bantul), Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu, Tepus (Gunungkidul) dan Kecamatan Panjatan di Kulon Progo.

Sedangkan sejumlah daerah di DIY juga ditetapkan berstatus Siaga terhadap kekeringan meteorologis adalah Kecamatan Pleret, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Dlingo, Kretek, Kasihan, Sedayu (Bantul), Berbah, Prambanan, Ngemplak, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Minggir, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Depok, Gamping, Turi, Godean, Sleman, Ngaglik (Sleman), Kokap, Pengasih, Girimulyo (Kulon Progo), dan Kecamatan Patuk, Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen, Semin (Gunungkidul). (Ant)

Lihat juga...