hut

Dokter Hewan Pantau Kesehatan Hewan Kurban di Pasar Ambarketawang

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah dokter hewan diterjunkan untuk melakukan pengawasan ternak di pasar-pasar hewan tradisional di wilayah Yogyakarta, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pada hewan ternak menjelang hari raya kurban tahun ini. 

Salah seorang dokter hewan di Pasar Sapi Ambarketawang, Gamping, Sleman, Bina Rusmawati, mengatakan, pihaknya melibatkan sejumlah mahasiswa kedokteran hewan UGM untuk memantau kesehatan ternak di pasar hewan terbesar di Yogyakarta itu. Selain berkeliling menemui para pedagang, mereka juga melakukan pengecekan langsung pada ternak sapi yang dijual.

“Pemeriksaan kesehatan hewan ini sebenarnya kita lakukan, tidak hanya saat menjelang hari raya kurban saja. Namun, rutin setiap ada pasaran. Karena menjelang kuran seperti sekarang, transaksi penjualan meningkat, maka pemeriksaan kesehatan lebih kita intensifkan,” katanya, saat ditemui, Rabu (17/7/2019).

Sunardi, pedagang domba di Pasar Sapi Ambarketawang –Foto: Jatmika H Kusmargana

Pemeriksaan hewan dilakukan petugas dengan memperhatikan kondisi fisik hewan ternak sapi. Mulai dari kondisi tubuh sapi, kondisi mata, mulut hingga pemeriksaan pada fases atau kotoran. Terlebih saat ini merupakan puncak musim kemarau yang berpotensi menularkan berbagai penyakit.

“Yang kita waspadai adalah penyakit yang kerap menyerang ternak seperti pilek, atau diare. Para peternak maupun pedagang sendiri juga pasti sudah paham mengenai hal ini. Apalagi, melalui puskeswan-puskeswan yang ada, kita juga rutin memberikan penyuluhan dan pengobatan,” katanya.

Salah seorang pedagang, Sunardi, menyebut Pasar Sapi Ambarketawang memang mulai mengalami peningkatan aktivitas sejak beberapa minggu terakhir. Meskipun puncak penjualan hewan ternak biasanya baru akan terjadi sekitar 15 hari sebelum hari raya kurban.

Warga Kecamatan Tempel, ini juga mengaku menjual sejumlah domba yang didatangkan langsung dari daerah Temanggung, Jawa Tengah. Selain harganya lebih murah, domba-domba dari daerah Temanggung juga dikatakan memiliki daging dengan kualitas bagus, karena terbiasa memakan rumput segar.

“Kalau dari wilayah sekitar DIY, stok ketersediaan barang agak susah. Beda dengan Temanggung yang masih sangat banyak. Selain itu, daging kambing dari wilayah pegunungan juga lebih enak. Jika dipotong dagingnya berwarna merah segar, tidak pucat,” ungkapnya.

Lihat juga...