hut

Dolar AS Menguat Didukung Data Ekonomi Terbaru

Karyawan menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Antara)

NEW YORK — Kurs dolar AS berbalik menguat atau rebound terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks sentimen konsumen AS naik menjadi 98,4 pada Juli dari 98,2 pada Juni, menurut pembacaan awal dari University of Michigan. Sementara para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan angka 99,0.

Data itu datang ketika pasar menetapkan harga tinggi pada penurunan suku bunga Federal Reserve AS akhir bulan ini.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Juli adalah 100 persen, menurut alat FedWatch CME Group Jumat malam (19/7/2019), dengan investor memperhitungkan peluang sekitar 22,5 persen untuk penurunan yang lebih agresif.

Sementara itu, menurut data dari Eikon dari Refinitiv, pasar uang menilai peluang sekitar 55 persen penurunan suku bunga 10 basis poin pada minggu depan, terhadap peluang 40 persen di awal minggu ini.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,36 persen menjadi 97,1493 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1219 dolar AS dari 1,1266 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2499 dolar AS dari 1,2538 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7043 dolar AS dari 0,7066 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,51 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9825 franc Swiss dari 0,9832 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3062 dolar Kanada dari 1,3045 dolar Kanada. (Ant)

Lihat juga...