hut

Donggala Tawarkan Kerja Sama Hasil Bumi ke Balikpapan

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menawarkan kerja sama mineral bukan logam kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Tawaran kerja sama juga pada sektor pertanian dan peternakan.

“Kita kerja samakan, dari hasil-hasil bumi. Termasuk urusan padi gabah, perikanan, pariwisata. Ada juga mengenai mineral bukan logam dari Donggala,” kata Bupati Donggala, Kasman Lassa, usai penandatanganan nota kesepakatan kerja sama di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Selasa (16/7/2019).

Khusus untuk batu yang merupakan bahan bangunan, Kasman menyebut kerja sama mineral bukan logam itu karena banyak batu yang dikirim dari Donggala, untuk menunjang pembangunan di Balikpapan. Mulai dari proyek jalan, jembatan hingga gedung-gedung bertingkat.

“Ada batu kerikil, batu abu, batu gajah dari 15 kecamatan di Donggala. Dikirim ke Kalimantan, bukan cuma Balikpapan. Setiap minggu ada lima tongkang membawa batu-batu itu,” ungkapnya.

Hanya saja, pendapatan daerah dari Sumber Daya Alam (SDA) itu sangat kecil bagi kabupaten seluas 13.594 kilometer persegi dan dengan jumlah penduduk mencapai 301.757 jiwa pada 2016. Bahkan, realisasi PAD pada 2018 lalu hanya berkisar Rp70 miliar.

“Pengiriman batu-batu itu menyumbang pendapatan terbesar untuk daerah kami, tapi kontribusinya sangat kecil. PAD kami nggak sampai Rp100 miliar. Kalah jauh dengan Balikpapan yang bisa Rp800 miliar,” sebutnya.

Dengan kerja sama tersebut, harapannya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. “Harapannya pendapatan dari sektor itu bisa bertambah. Kita akan realisasikan target enam bulan ke depan sudah bisa,” kata Kasman Lassa.

Nantinya, Pemkab Donggala akan melakukan pola perizinan dan jalinan usaha satu pintu. Sedangkan bisnis usaha tersebut akan dilakukan perusahaan daerah dari Donggala dan Balikpapan.

“Jadi, nanti beli batunya melalui perusahaan daerah. Kalau sekarang ini masih dilakukan masing-masing secara perseorangan, jadi batu diambil, diangkut dan dikirim ke luar daerah. Makanya, nggak ada pemasukan ke kas daerah,” urainya.

Terkait kerja sama itu, Wali kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan menggandeng pengusaha lokal untuk menjalin usaha dengan Kabupaten Donggala.

“Sebaiknya bisnis ke bisnis, karena lebih mudah. Ini kan menyangkut berapa kebutuhan, bagaimana pengadaannya, nanti diajak pengusaha-pengusaha kita,” singkatnya.

Terlebih 90 persen kebutuhan, baik sandang maupun papan atau pembangunan infrastruktur di Kota Balikpapan, dipasok dari daerah luar. “Ya, daerah kita masih ketergantungan,” lanjutnya.

Pihaknya juga menawarkan kerja sama sektor pendidikan dan pelatihan dalam peningkatan kapasitas SDM.

Lihat juga...