hut

Dorong Pertumbuhan Bumdes lewat Pelatihan Keterampilan Manajemen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemerintah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar, terus mendorong tumbuh berkembangnya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang telah ada di Kota Denpasar.

Salah satunya dengan memberikan melakukan pelatihan keterampilan manajemen untuk seluruh Bumdes yang ada di Kota Denpasar.

Lebih lanjut Wiradana menyampaikan, pelatihan ini telah dilakukan selama dua hari lalu bertempat di Kantor DPMD.

Pelatihan ini menurut Alit Wiradana diharapkan bermanfaat terutama soal manajemen yang harus dilaksanakan dalam Bumdes. Saat ini di Kota Denpasar telah terbentuk 25 Bumdes dari 27 desa yang ada.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemerintah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana.-Foto: Sultan Anshori.

“Kami berharap seluruh desa di Kota Denpasar tahun ini telah memiliki Bumdes. Saat ini sebagian besar Bumdes yang ada bergerak di bidang jasa. Mengingat keberadaan Bumdes sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masing-masing desa,” ujar Wiradana saat di Denpasar, Kamis (11/7/2019).

Alit Wiradana lebih lanjut mengatakan, Bumdes yang dibangun dapat menggali dan mengembangkan potensi desa di samping juga dapat membuka lapangan kerja.

“Membangun Bumdes merupakan kesepakatan musyawarah desa. Sehingga dalam mengembangkan lembaga perekonomian, potensi desa yang ada juga benar-benar dapat dikembangkan,” jelasnya.

Menurut Alit Wiradana, pendirian Bumdes merupakan salah satu upaya mewadahi pelaku, aset dan kegiatan di bidang ekonomi. Dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa dan mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa.

Ia menjelaskan, pendirian Bumdes juga sebagai strategi pengembangan ekonomi desa bersifat kolektif dengan harapan dapat mengembangkan ekonomi desa sehingga menjadi desa mandiri menuju “Denpasar Kota Cerdas”.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Ni Made Puspitasari menambahkan, setelah terbentuknya Bumdes diharapkan dapat membuat laporan keuangan Bumdes dan melakukan kewajiban perpajakan dengan mengembangkan unit usaha.

Lebih lanjut Puspitasari menambahkan, untuk pelatihan yang telah dilakukan para peserta diberikan berbagai materi mulai dari perpajakan Bumdes oleh Direktorat Pajak Bali.

“Sistem Informasi Bumdes oleh BPKP Perwakilan Provinsi Bali dan Pengembangan Bumdes oleh tenaga ahli Kota Denpasar,” sebut Made Puspitasari.

Sementara itu, I Gusti Ketut Sima, seorang pengelola Bumdes Sima Sari Dana, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, mengaku pelatihan manajemen ini sangat diperlukan untuk pengembangan Bumdes ke depan.

Terlebih lagi Bumdes yang dikelolanya bergerak pada tiga bidang usaha, yaitu unit sampah, unit pendidikan PAUD dan unit toko. Tentu ini sangat membutuhkan manajemen yang baik sehingga keberadaan Bumdes semakin berkembang.

Ke depan ia berharap pelatihan semacam ini yang berkaitan dengan pengembangan Bumdes, lebih sering dilakukan.

“Kami berharap pelatihan peningkatan manajemen usaha Bumdes lebih sering dilaksanakan,” harapnya.

Lihat juga...