hut

Edukasi Kalangan Milenial, KPU Balikpapan Kukuhkan Duta Pemilu

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan mengukuhkan Duta Pemilu, Rabu (17/7/2019). Kegiatannya menyasar kalangan milenial dan pelajar, yang sudah bisa menggunakan hak suaranya dan berpartisipasi di pemilu.

Duta Pemilu yang baru saja dikukuhkan tersebut, untuk membantu sosialisasi pengaplikasian proses demokrasi di tingkat sekolah. Mereka akan lebih mengena sasaran, sehingga kalangan milenial dan pelajar dapat memahami dalam berpartisipasi politik.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha – Foto Ferry Cahyanti

“Jadi lebih aplikatif karena kalau pakai bahasa KPU dalam mensosialisasikan penyelenggaraan pemilu rasanya kurang pas. Apalagi sasarannya kalangan pelajar,” jelas Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha usai Pengukuhan.

Duta pemilu juga dibekali pengetahuan bahaya politik uang dan wawasan lainnya, mengenai penyelenggaraan pemilu. “Nanti dibuat lagi angkatan berikutnya, sepanjang masih dianggarkan, maka terus berjalan. Karena kami dikasih beban untuk memberikan pendidikan pemilih oleh undang-undang,” katanya.

Duta pemilu akan terus berproses untuk membentuk angkatan Duta Pemilu. Duta yang telah dikukuhkan, ke depan juga bakal lulus dari sekolah. Pembentukan Duta Pemilu, juga menjadi upaya meningkatkan angka partisipasi pemilih, dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum. “Harapannya begitu. Ini upaya penetrasi terhadap kalangan milenial melalui berbagai macam cara. Bagaimana sih “menjinakan” anak-anak milenial ini, supaya tergerak menggunakan hak pilihnya,” tandasnya.

Dengan kegiatan tersebut, juga menjadi upaya merubah paradigma masyarakat, agar tidak apatis terhadap politik. “Paradigma seperti itu sudah tertanam. Nah, kami coba dudukkan permasalahan politik dalam cara berpikir mereka,” tandasnya.

Asisten I Tata Kelola Pemerintahan Setdakot Balikpapan, Syaiful Bachri, menilai, peran Duta Pemilu cukup untuk membantu tugas-tugas sosialisasi penyelenggara pemilihan umum. “Ini cara positif untuk menyebarkan pengetahuan tentang bagaimana pemilu itu. Semoga juga bisa meningkatkan jumlah partisipasi pemilih,” sambung Syaiful Bachri.

Syaiful berharap tingkat partisipasi bisa meningkat hingga 90 persen. “Kalau pemilu lalu partisipasi Pileg sekitar 79 persen. Tentunya kami berharap bisa meningkat hingga 90 persen atau bahkan 100 persen,” pungkasnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!