hut

Embarkasi Surakarta, Calon Haji yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Dua

BOYOLALI — Jumlah calon haji dari Embarkasi Surakarta, Jawa Tengah, yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga pemberangkatan jamaah dalam kelompok terbang 80 pada Rabu pagi bertambah dua orang menjadi sembilan orang menurut data dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Menurut data Siskohat di Embarkasi Surakarta, dua calon haji yang terakhir dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci yakni Paiman (57), warga Jogobondo, Kabupaten Sukoharjo dan Muhammad Ismail Slamet (46), warga Tegalyoso Banyuraden, Sleman, D.I. Yogyakarta.

Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Embarkasi Surakarta Agus Widagdo mengatakan bahwa Paiman, yang tergabung dalam jamaah kelompok terbang (kloter 1), meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi di Mekkah pada Senin (29/7) pukul 12.00 WAS.

Sementara Muhammad Ismail Slamet yang tergabung dalam kloter 26 asal Sleman meninggal dunia di pemondokan di Arab Saudi pada Selasa (30/7) pukul 05.45 waktu setempat.

Jenazah kedua calon haji dimakamkan di permakaman umum Sharaya Mekkah.

Agus mengatakan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surakarta pada Rabu akan memberangkatkan empat kloter jamaah yakni Kloter 80 asal Demak; Kloter 81 asal Demak, Salatiga, dan Semarang; Kloter 82 asal Kabupaten Semarang; dan Kloter 83 asal Kabupaten/Kota Semarang.

Jamaah dalam Kloter 80 yang terdiri atas 359 orang telah diterbangkan dari Bandara Adi Soemarmo menuju Bandara King Abdul Azis Jeddah pukul 06.09 WIB dengan jumlah 359 jamaah.

Setelah pemberangkatan jamaah dalam Kloter 80, Embarkasi Surakarta total sudah memberangkatkan 28.675 warga Muslim yang hendak menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

Sementara itu, jamaah dalam Kloter 81 dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pukul 09.10 WIB, disusul jamaah dalam Kloter 82 pukul 14.15 WIB, dan jamaah Kloter 83 pukul 16.30 WIB.

“Calhaj yang sebelumnya sakit di Asrama Haji Donohudan dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo hingga Rabu pagi ini sudah tidak ada. Mereka sudah dapat diberangkatkan dengan kloter berikutnya,” kata Agus. [Ant]

Lihat juga...