hut

Es Puter, Jajanan Jadul yang Masih Menjadi Indola

Editor: Mahadeva

Pak Pras dengan jajanan es puter yang dijajakan keliling Pusat Kota Denpasar - Foto Sultan Anshori

DENPASAR – Siapa yang tak kenal es puter? Ketika mendengar es puter, sontak kita akan diajak bernostalgia pada zaman kecil. Dulu di 70-an, salah satu jajanan tradisional tersebut sangat digemari oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa.

Es puter adalah es krim asli Indonesia, yang sekilas tidak berbeda dengan es krim biasa. Namun, setelah dicicipi, es puter memiliki rasa gurih khas. Biasanya, ada dua rasa es puter yang sudah familiar, yaitu rasa vanilla dan rasa coklat.

Saat ini, Keberadaan es puter semakin sulit ditemukan, karena kalah bersaing dengan es krim modern yang memiliki banyak varian pilihan rasa dan warna. Hal itu, membuat para penikmat makanan dingin ini pindah rasa. Namun di Denpasar, jajanan es puter masih dapat ditemukan. Ada penjaja es puter keliling bernama Pak Pras, yang berdagang keliling di pusat Kota Denpasar. Ia setiap hari menjajakan dagangannya ke pelosok perumahan di Denpasar dengan menggunakan gerobak sepeda.

Pak Pras menuturkan, untuk membuat es puter, caranya cukup sederhana. Bahan pembuat es puter terdiri dari santan, gula, tepung maizena, dan sedikit garam. “Sementara untuk rasanya, kita bebas, sesuai selera. Tapi biasanya saya bikin untuk dijual rasa vanila atau coklat,” jelas Pak Pras, Sabtu, (6/7/2019).

Untuk proses pembuatannya, pertama-tama santan, gula, dan garam dimasak hingga mendidih, lalu dituangi larutan maizena. Setelah diaduk, bahan perasa ditambahkan dan dimasak lagi hingga mendidih. Adonan lalu dibiarkan hingga dingin.

Kemudian selanjutnya, adonan dimasukkan di tabung kecil, lalu tabung tersebut dimasukkan lagi ke tabung besar. Di antara kedua tabung diletakkan es batu dan garam. Kemudian, tabung kecil ditutup dan diputar perlahan. Adonan diaduk-aduk setiap 10 sampai 15 menit. “Untuk membuat es puter, dibutuhkan waktu setidaknya selama dua jam. Dan es ini bisa bertahan selama seharian penuh,” imbuh bapak asal Jember Jawa Timur tersebut.

Untuk bisa menikmati es puter atau biasa disebut es dung-dung, masyarakat hanya cukup membayar uang Rp5.000, untuk segelas kecil es puter lengkap dengan butiran mutiara. Meski tergolong jajanan Jaman Dulu (jadul), namun es puter ini masih digemari oleh masyarakat.

Selain rasanya yang gurih, es puter ini tergolong es yang aman untuk dikonsumsi karena terbuat dari bahan-bahan alami. Seperti yang dikatakan Cantika, gadis kecil yang gemar membeli es puter ini dikala Pak Pras menjajakan di depan rumahnya. Menurutnya es ini salah satu jajanan favorit. “Ibu saya juga tidak melarang saya membeli es ini. Rasanya enak Cantika suka,” tandas gadis kecil berusia empat tahunan tersebut.

Lihat juga...