hut

Festival “Jagannatha Ratha Yatra Nusantara” Mendoakan Kejayaan NKRI

Tokoh-tokoh Hindu berfoto bersama usai melaksakan doa serangkaian "Festival Kereta Sri Jagannatha Ratha Yatra Nusantara 2019 - Foto Ant

DENPASAR – Ribuan umat Hindu dari seluruh daerah di Indonesia dan juga mancanegara, mengikuti rangkaian Festival Kereta Sri Jagannatha Ratha Yatra Nusantara 2019.

Festival digelar untuk mengingat dan menyebarkan karunia Tuhan (Sri Jagannatha), sekaligus berdoa demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kami ingin bisa terus-menerus berkontribusi kepada bangsa, negara dan agama. Dengan mendekatkan diri pada Sri Jagannatha atau Tuhan Penguasa Alam Semesta (Sri Krishna) melalui festival ini, sehingga kita menjalankan dharma agama (kewajiban beragama) dan dharma negara bisa seiring,” kata Ketua Umum International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia, I Wayan Subagio, di sela-sela festival, Minggu (14/7/2019).

Festival yang telah dilaksanakan untuk ke-17 kalinya di Pulau Dewata itu, merupakan momen spiritual yang penting untuk lebih dekat dan mengingat kebesaran Tuhan. “Dalam pustaka suci Veda, kita diwajibkan untuk selalu ingat pada Beliau, caranya dengan memperbanyak melakukan ritual, kegiatan keagamaan,” tandasnya.

Ketika semakin dekat dengan maka hati akan bersih dari pencemaran kehidupan material, bebas dari nafsu dan keinginan yang tidak positif yang dipengaruhi Rajasika dan Tamasika. “Dengan demikian membuat kita menjadi pribadi yang mandiri, suci, terhindarkan dan jauh dari adharma (perbuatan tidak baik),” tambah Subagio.

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof I Ketut Widnya, mengatakan, dengan festival spiritual yang dilaksanakan oleh Perkumpulan ISKCON Indonesia itu, diharapkan umat dapat melaksanakan dan mempraktikkan ajaran agama dengan lebih baik.

“Sebagaimana visi dari Kementerian Agama agar umat bisa mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dan memperkecil kesenjangan dalam beragama,” ujarnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Subhiksu, menilai, festival tersebut memiliki tujuan yang mulia untuk membangun harmoni sosial. “Mari jadikan keanekaragaman sebagai modal untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, mengharapkan Bali dapat menjadi contoh keberagaman, persatuan dan kesatuan berdasarkan kearifan lokal. “Mari kita jaga Bali, mari saling menghargai sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari, saling memberi dan menerima,” tandasnya.

Wisnu Bawa Tenaya juga mengajak para “sulinggih” atau pemuka agama, untuk senantiasa menyebarkan ajaran-ajaran suci agama dan bergandengan tangan untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu. (Ant)

Lihat juga...