hut

Gempa di Malut, Lebih 2.000 Warga Mengungsi 

Editor: Koko Triarko

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan perihal 538 titik api (hotspot) yang terpantau di sejumlah daerah di Indonesia, Selasa (6/8/2019) - Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA – Gempa bumi magnitudo 7,2 SR yang mengguncang Maluku Utara (Malut) pada Minggu (14/7), mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan lebih dari 2.000 orang mengungsi, tersebar di 14 titik. Dua korban meninggal teridentifikasi berasal dari Desa Gane Luar dan Desa Papaceda, sedangkan pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Bacan Selatan. 

“Jumlah penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang. Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 – 21 Juli 2019,” kata Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Agus, gempa juga berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain. Kerusakan sejumlah unit rumah terjadi di Desa Ranga ranga, Kecamatan Gane Timur sebanyak 20 unit, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit. Ketiga desa ini berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Kerusakan rumah juga terjadi di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah 5 unit, sedangkan kerusakan 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa.

“Hingga kini, beberapa kendala dihadapi dalam penanganan darurat. Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut karena akses jalan darat masih belum terbangun. Rute yang dapat ditempuh, yaitu rute Ternate – Sofifi melalui speed boat dan dilanjutkan perjalanan darat dari Sofifi menuju ke Saketa. Kemudian Ternate ke Labuha dengan pesawat atau kapal ferry, dari Labuha menuju ke Saketa membutuhkan waktu lima jam dengan speed boat,” ungkapnya.

Menurut Agung, berdasarkan laporan BPBD Halmahera Selatan, menginformasikan masyarakat pesisir pantai masih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Beberapa gempa susulan tercatat setelah gempa bermagnitudo 7,2 tersebut.

BMKG mencatat, 65 kali gempa susulan dengan kedalaman rata-rata 10 km hingga 15 Juli 2019, Pukul 07.00 WIB.

“Gempa yang terjadi pada pukul 16.10 WIB ini dirasakan dengan lokasi berada pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha – Maluku Utara) dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat sebesar V MMI di daerah Obi, III MMI di Labuha, II – III MMI di Manado dan Ambon, dan II MMI di wilayah Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow,” ujarnya.

Lebih jauh Agus mengatakan, berdasarkan laporan PVMBG pada Minggu (14/7), gempa dirasakan dengan skala II-III MMI di Pos Pengamatan Gunung Gamalama, dan II MMI di Pos Pengamatan Gunung Dukono.

Gempa dirasakan kuat di Kota Ternate selama 2-4 detik, masyarakat terlihat panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Halmahera Selatan melaporkan, bahwa gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera Selatan selama 2-5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

“Berdasarkan pantauan PVMBG, lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif yang berada di daerah tersebut. Pusat gempa bumi berada di darat. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan vulkanik dan sedimen berumur Tersier yang dapat bersifat urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated), sehingga memperkuat efek guncangan gempa bumi,” paparnya.

Agus menambahkan, masyarakat di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan tetap dapat menikmati layanan Telkomsel secara normal, baik layanan Voice, SMS maupun layanan data, karena tidak ada gangguan yang bersifat masif.

“Sebelumnya, BTS sempat mengalami gangguan, namun sudah normal kembali sejalan dengan pulihnya aliran listrik di wilayah tersebut. Serta sarana dan fasilitas penyaluran BBM dan Elpiji Pertamina tidak mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga layanan komoditas energi tersebut masih berjalan normal,” sebutnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!