hut

Golak, Olahan Singkong Khas Kebumen

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Dari bentuk dan cara mengemasnya, makanan tradisional satu ini memang sudah sangat unik. Berbentuk mirip angka 8 (delapan), dikemasnya dengan cara dirangkai pada sebilah sisik bambu. Itulah Golak, makanan tradisional asal Kebumen Jawa Tengah. 

Sepintas Golak, memang sangat mirip dengan makanan tradisional khas Kulonprogo, Geblek Renteng. Baik dari bahan baku, bentuknya, hingga cara penyajiannya. Seperti Golak, Geblek Renteng juga terbuat dari singkong, berbentuk mirip angka 8 (delapan) dan juga dikemas dengan cara direnteng memakai bilah bambu.

Lalu apa yang membedakan Golak dengan Geblek? Menurut salah seorang pembuat Golak, Heri, yang ditemui di Pasar Kangen Yogyakarta, perbedaan Golak dan Geblek, terletak pada cita rasanya. “Kalau Golak rasanya cenderung lebih gurih. Sementara Geblek cenderung lebih kecut (asam),” ujarnya.

Golak, menu kuliner khas berbahan singkong – Foto: Jatmika H Kusmargana

Berwarna putih kecoklatan, Golak saat ini boleh dibilang sudah sangat jarang ditemui dan dijual di pasar-pasar tradisional. Camilan ini, lebih banyak ditemui di acara tradisional seperti pertunjukan wayang, ketoprak, atau Jatilan.  “Golak ini biasanya dijual saat ada acara-acara kesenian seperti pertunjukan wayang kulit. Tapi karena sekarang acara seperti itu sudah jarang, maka Golak juga semakin jarang ditemui,” kata lelaki yang berjualan Golak di Pasar Kangen Yogyakarta.

Heri menyebut, cara pembuatan Golak tidak jauh beda dengan Geblek. Bahan baku ketela atau singkong, diparut hingga hancur seluruhnya. Setelah dicuci kemudian dipisahkan dari airnya.  “Air perasan singkong biasanya terdapat pathi. Ambil pathi itu dengan diendapkan. Lalu campurkan dengan ampas singkong. Uleni hingga merata, tambahkan garam lalu kukus,” katanya.

Setelah matang, diamkan adonan hingga dingin, lalu kembali hancurkan dengan raca diremas-remas. Bentuk adonan menjadi seperti angka 8. “Lalu goreng hingga matang. Golak pun siap disajikan. Golak ini bisa dimakan langsung. Tapi ada juga yang memakannya dengan tambahan kecap atau saos sambal,” ungkapan.

Dijual dengan harga cukup murah, Rp5ribu per-renteng, Golak, bisa dinikmati sebagai camilan. Selain sehat karena bebas pengawet, Golak juga cukup mengenyangkan karena dibuat dari singkong yang mengandung karbohidrat.

Lihat juga...