hut

Gubernur Keluarkan Intruksi Penataan Lokasi Pedagang Hewan Kurban di Jakarta

Editor: Koko Triarko

JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menginstruksikan para wali kota dan bupati untuk menata lokasi penjualan hewan kurban menjelang Iduladha tahun ini.  Menurutnya, penataan bukan soal berdagang di trotoar, namun juga harus melihat kepentingan publik, dan tidak menghalangi orang untuk berjualan hewan kurban. 

“Bukan soal trotoar dan tidak. Tetapi, mereka juga tetap bisa berdagang di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Nanti Pak Walkot yang tentukan. Diatur sehingga tidak mengganggu lalin, orang lain, kendaraan,” ucap Anies kepada wartawan, di Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya, saat ini para wali kota dan bupati tengah mengatur lokasi penjualan hewan kurban, agar tidak mengganggu warga. Ada pun penampungan dan penjualan hewan kurban tidak diperkenankan ada di jalur hijau, taman kota, trotoar dan fasilitas umum lainnya.

Anies menyampaikan perintah itu melalui Instruksi Gubernur Nomor 46 Tahun 2019, Tentang Pengendalian Penampungan dan pemotongan hewan dalam rangka Iduladha 1440 H/2019.

Gubernur Anies juga melarang warga DKI menggunakan plastik sekali pakai sebagai wadah distribusi daging kurban. Hal ini dipertegas dengan penandatanganan aturan tersebut.

“Saya menandatangani hari ini, bukan instruksi gubernur, tapi seruan gubernur kepada seluruh masyarakat terkait dengan penyelenggaraan Iduladha untuk menggunakan pembungkus tidak dari plastik sekali pakai, tapi dari bahan bisa didaur ulang,” katanya.

Penataan ini, lanjut Anies, bukan untuk melarang mereka mencari nafkah. Hanya saja, tata letak mereka ditempatkan sedemikian rupa, agar tak mengganggu pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.

Anies juga mengatakan, limbah pemotongan hewan kurban sudah dikoordinasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, guna pengawasan dan pemeriksaan daging hewan kurban.

Nantinya, akan disosialisasikan pedoman proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban. Salah satunya, mengelola limbah hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan.

“Ada petunjuknya dari DKPKP (Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian) tentang proses pemotongan, pembuangan limbahnya, dan lain-lain. Nanti, gunakan sesuai pedoman,” tutupnya.

Lihat juga...