Guru SMPN1 Lewolema Lolos Seleksi Guru Berprestasi

Editor: Mahadeva

LARANTUKA – Pelosok, terisolir dan terpinggirkan, tetapi menyimpan berjuta potensi jika mau digali, dan dikembangkan. Tekun dan fokus pada proses, serta rajin mengakses informasi, mampu menghantarkan guru di pelosok kepada ruang kompetisi nasional.

Maksimus Masan Kian,guru SMPN1 Lewolema kabupaten Flores Timur. Foto : Ebed de Rosary

Hal seperti itulah yang mampu dilakukan unutuk mengarumkan nama pribadi, sekolah serta daerah. “Saya tahun ini kedua kalinya lolos seleksi sebagai Presenter Seminar Nasional Guru Dikdas Berprestasi. Sejak 2018 saya menjadi salah satu dari 180 guru yang lolos seleksi Guru Diknas Berprestasi,” sebut maksimus Masan Kian, guru SMPN1 Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Senin (1/7/2019).

Kepada Cendana News Maksi mengatakan, di 2018, dirinya mengirimkan tulisan tentang Gerakan Katakan Dengan Buku dan Pelatihan Jurnalistik dalam Mendukung Gerakan Literasi Dasar di Sekolah Terdepan, Terluar dan Terisolir (3T). “Tahun ini, saya mengirim tulisan dengan judul Kegiatan Literasi di Alam Terbuka Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa SMPN 1 Lewolema dalam Menulis dan Mencintai Lingkungan,” sebutnya.

Ada ribuan guru , mengikuti seleksi tersebut. Sedikitnya, ada 180 guru se-Indonesia terpilih dan diundang untuk mengikuti kegiatan seminar nasional tersebut. Hal itu menjadi prestasi tersendiri, untuk melecut agar mau dan terus berkarya. “Bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Walau jauh di pelosok dan akses informasi yang terbatas, peluang dan kesempatan ini bisa kami raih. Saya bersyukur bisa lolos seleksi,” tandasnya.

Maksi menyebut, seminar bertujuan melaksanakan pemberian penghargaan, serta memfasilitasi pengembangan profesi guru. Selain itu, untuk memotivasi guru berkarier secara berkelanjutan serta meningkatkan kemampuan guru dalam menulis karya tulis ilmiah.

Maksimus menjadi satu-satunya presenter yang akan mewakili NTT, pada kegiatan yang digelar 3 – 6 Juli 2019. di hotel Atria Gading Serpong, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.

Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kabupaten Flores Timur, menyampaikan apresiasi dan bangga dengan prestasi yang diraih guru Flores Timur pada level nasional.

Bagi Bernadus, prestasi tersebut menjadi perangsang. atau daya dorong yang kuat untuk tenaga pendidik lain di Flores Timur. Prestasi itu harus menjadi teladan dan diikuti guru lainnya. “Kita memberikan apresiasi dan rasa bangga untuk prestasi ini. Pak Maksi, yang selalu menjuluki dirinya sebagai guru kampung tetapi karyanya hingga ke level nasional,” tandasnya.

Bernadus berharap, setiap karya yang dihasilkan guru tertentu, mampu merangsang guru lain. Sehingga akan lahir karya-karya baru berikutnya. “Ada wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan atau lembaga profesi lainnya seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI),” pungkasnya.

Lihat juga...