hut

Hari Pertama Masuk Sekolah, 898 PNS Ajukan Izin Telat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Di hari pertama masuk sekolah, Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta yang mengajukan izin berjumlah 898 dari 65.952 pegawai. Mereka telah mengajukan surat dan izin dari atasannya langsung.

“Jumlahnya, PNS yang izin 898 dari 65.952. Iya, jadi 1,36 persen izin mengantarkan anak sekolah,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, saat dihubungi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Chaidir menyebut waktu yang diberikan untuk PNS mengantar anaknya, sampai pukul 09.30 WIB. Namun, jika ada yang lebih, masih diberi kelonggaran.

Para pegawai, diberikan batas waktu hingga pukul 10.30 WIB untuk pergi ke kantor jika sudah selesai mengantar anak. Namun menurut Chaidir, dia pun tak mengharuskan PNS hadir di kantor tepat waktu jika memang lokasi sekolah cukup jauh.

“Iya memang jamnya begitu, boleh. Jam 09.30 WIB kalau dia sudah kelar. Namun, dia mau datang lebih dari itu, masih kita toleransi. Kan kalau sekolahnya jauh, kan enggak mungkin, belum jalanan macet, masa kita enggak toleransi. Memang hari ini hari bebas buat orang tua mengantarkan anak-anaknya ke sekolah,” ucap Chaidir.

Chaidir menilai, tidak ada PNS yang melanggar ketentuan. “Enggak, enggak ada (terlambat). Kan sampai jam 10.00-11.00 WIB mereka masuk,” kata Chaidir.

Chaidir mengatakan, hari ini Pemprov DKI memang memberikan toleransi khusus kepada seluruh pegawai agar bisa terlebih dahulu mengantarkan anak-anak sekolah di hari pertama masuk sekolah sebelum bekerja.

Sementara saat dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan DKI, Ratiyono mengatakan, pihaknya melakukan tinjauan di SMP 60 Jakarta.

Menurutnya, pendampingan orangtua murid di hari pertama masuk sekolah sangat penting, untuk berinteraksi antara guru dan wali.

“Orangtua baik mendampingi. Saat ini lagi interaksi,” kata Ratiyono.

Kemudian, PNS di dinasnya terbagi dalam tiga hari yang izin mengantarkan anaknya. Data hingga saat ini, ada puluhan PNS yang izin mengantarkan anak masuk sekolah.

“Karena MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tiga hari. Jadi ada yang izin hari ini, ada besok. Di (SMP 60) tadi sekitar 120 orangtua yang hadir dan izin, ada yang PNS, ada yang swasta, kan, macam-macam,” ucap Ratiyono.

Diketahui, sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang memberikan dispensasi kepada para PNS DKI Jakarta yang telat masuk kerja di hari pertama masuk sekolah pada Senin 15 Juli 2019 ini.

Hal ini sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta nomor 54/SE/2019 tentang Izin mengantar anak sekolah pada hari pertama sekolah yang ditanda tangani oleh Sekda DKI Saefullah, 12 Juli 2019 lalu.

“Para kepala perangkat daerah atau unit kerja pada perangkat daerah agar memberikan izin kepada pegawai negeri sipil atau calon pegawai negeri sipil untuk mengantarkan anak ke sekolah pada hari pertama sekolah,” tulis kutipan dalam surat edaran tersebut, Jumat (12/7/2019).

Dia menjelaskan, hal ini dilakukan dalam rangka mendorong tumbuhnya pembelajaran yang lebih positif dan menyenangkan. Hal ini juga diharapkannya dapat mendorong interaksi antara anak, orangtua, dan guru di sekolah.

Sekretaris Daerah, Saefullah menegaskan, pemberian izin tersebut juga harus tetap mempertimbangkan ketuntasan pekerjaan dan kelancaran pelayanan publik dari PNS terkait.

Kemudian, mekanisme pemberian izin harus diajukan secara tertulis kepada atasan langsung paling lambat hari ini.

“Dan dilaporkan kepada Pejabat Pengelola Kepegawaian untuk diinput oleh operator masing-masing,” tuturnya.

Saefullah menambahkan, para pejabat pengelola kepegawaian juga harus mengawasi pelaksanaan pemberian izin tersebut. Pelaksanaan izin ini juga harus dilaporkan ke dirinya.

 

Lihat juga...