hut

Harkopnas ke-72, Koperasi Didorong Go Digital

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Bersamaan dengan perayaan puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 yang dipusatkan di GOR Satria Purwokerto, para pelaku koperasi didorong untuk go digital. Sebab, teknologi bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan, jika koperasi ingin tetap bertahan.

“Tantangan koperasi saat ini adalah harus bisa go digital, jika tidak maka akan ditinggalkan oleh anggota serta tergerus persaingan dengan perbankan yang semakin masif menggarap pangsa pasar koperasi,” kata CEO PT Sistem Digital Transaksi Indonesia (SDTI), Subhan Novianda, yang hadir dalam acara HUT Koperasi, Kamis (11/7/2019).

Lebih lanjut Subhan memaparkan, dari total jumlah koperasi sebanyak 200.000, yang sudah tutup mencapai 70.000.

Sehingga yang tersisa dan masih bertahan hanya kisaran 130.000. Dan dari yang masih tersisa tersebut, sebagian banyak yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Bisa dibilang, yang masih bertahan pun, tidak semua dalam kondisi sehat.

“Bagaimana koperasi kita mau sehat, kalau sekarang perbankan juga sudah menyasar kepada pedagang-pedagang kecil yang tidak mempunyai rekening. Mereka ini seharusnya menjadi lahan koperasi, tetapi juga sudah digarap oleh perbankan dengan program-program dan berbagai kemudahan yang diberikan. Sehingga kebutuhan teknologi sudah bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan dan koperasi harus mampu go digital,” tegasnya.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini masih banyak koperasi yang menggunakan teknologi tradisional untuk menunjang transaksi finansial para anggotanya. Hal ini disebabkan keterbatasan koperasi untuk pengadaan sebuah sistem yang handal dan efektif.

“Kami dari SDTI ingin memberikan solusi melalui sistem coopRASI sebagai solusi untuk membuat koperasi maju dan berkembang bersama-sama di dunia koperasi Indonesia,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan, Chairman Multi Inti Sarana Group, Tedy Agustiansjah. Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi membuat koperasi harus adaptif dan dinamis dalam merespon berbagai tren serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat.

Koperasi mesti segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi koperasi adalah tuntutan agar koperasi terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” katanya.

Sementara itu, dalam puncak Harkopnas, Jumat (12/7/2019), Wakil Presiden, Jusuf Kalla dijadwalkan hadir di GOR Satria untuk menyapa sekitar 200 pelaku usaha koperasi.

Tema Harkopnas tahun ini adalah ‘Reformasi Total Koperasi di era Industri 4.0’, dimana koperasi diharapkan memasuki era go digital.

 

Lihat juga...