hut

Hingga Juni, Lima Bayi di Sangihe Meninggal Saat Lahir

Kegiatan posyandu, ilustrasi -Dok: CDN

TAHUNA – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Maya Wanget, mengatakan, kematian bayi saat lahir di daerahnya pada 2019 ini masih tergolong tinggi.

“Kematian bayi di daerah kita tahun ini masiih tergolong tinggi dibandingkan tahun 2018,” kata Maya Wanget, di Tahuna, Sulawesi Utara, Rabu (17/7/2019).

Menurut dia, tahun ini sampai akhir bulan Juni sudah ada lima orang bayi yang meninggal saat lahir. Jumlah ini tergolong tinggi dibandingkan dengan kasus yang sama tahun 2018, sebanyak enam orang.

“Selama tahun 2018 ada enam bayi yang meninggal saat lahir, sementara tahun ini data sampai akhir bulan Juni sudah ada lima kasus,” kata dia.

Dia mengatakan, bayi meninggal saat lahir atau dalam bahasa medis disebut Intra Uteri Vetal D, disebabkan karena lahir belum genap bulan.

“Bayi yang meninggal saat lahir seringkali disebabkan oleh kealpaan seorang ibu saat hamil yang kurang memeriksakan diri ke Posyandu, sehingga bayi lahir sebelum sembilan bulan,” kata dia.

Dia mengingatkan kepada semua ibu hamil, agar aktif memeriksakan kesehatannya setiap bulan, supaya bisa dipantau kesehatan ibu serta anak yang ada di kandungan.

Di samping itu, kata dia, mengonsumsi makanan yang bergizi bagi ibu hamil merupakan suatu keharusan, agar bayi dan ibu hamil tetap terjaga kesehatannya.

Dia berharap, tidak ada lagi bayi yang meninggal saat bayi yang disebabkan kelalaian orang tua.

“Kami berharap ketika ibu hamil rajin memeriksakan diri ke Posyandu dan mengonsumsi makanan bergizi, tidak ada lagi bayi meninggal dunia saat lahir,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...