hut

Infrastruktur Memadai, Daya Dukung Bangkitnya Pariwisata Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sempat rusak akibat bencana tsunami erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejumlah infrastruktur pariwisata Lampung Selatan (Lamsel) mulai dibenahi.

Salah satu kerusakan yang ikut mempengaruhi aktivitas pariwisata berupa dermaga penyeberangan di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lamsel. Kerusakan dermaga pada 22 Desember 2018 telah diperbaiki.

Rahmad Hariyadi, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata Lampung menyebut perbaikan dermaga dilakukan oleh sejumlah pihak.

Berbagai unsur yang terlibat ikut mendukung pemulihan fasilitas dermaga membuat kunjungan pariwisata mulai pulih. Koneksi antara dermaga Canti ke dermaga Pulau Sebesi juga sudah kembali normal.

Rahmad Hariyadi (kanan) dan Sabtudin, Camat Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Perbaikan sejumlah infrastruktur diakuinya membuat Atraksi, Amenitas dan Aksebilitas (3A) pariwisata kembali bisa dinikmati wisatawan.

Promosi untuk membangkitkan pariwisata juga sudah dilakukan Dinas Pariwisata dengan promosi Festival Kalianda pada Juli 2019. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian untuk Festival Krakatau pada Agustus mendatang.

“Perbaikan infrastruktur pariwisata menjadi kesempatan bagi Lampung dan sejumlah kabupaten lain untuk menggaet minat wisatawan berkunjung ke destinasi yang didominasi wisata alam,” terang Rahmad Hariyadi saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (21/7/2019).

Peran serta masyarakat, pelaku usaha pariwisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan unsur lain sangat penting.

Ia mengapresiasi unsur pemerintah dan pihak lain mengembalikan sektor pariwisata khususnya di Lamsel. Sejumlah homestay, hotel, penginapan mulai dibenahi sehingga wisatawan bisa kembali menikmati keindahan pariwisata di Lampung.

Sabtudin, camat Kecamatan Rajabasa menyebut, kecamatan dengan belasan desa menjadi wilayah terdampak tsunami. Puluhan objek wisata bahari yang rusak telah diperbaiki mulai dari Desa Pauh Tanjung Iman hingga Kunjir.

Keindahan pulau Umang salah satu destinasi wisata di Desa Tejang Pulau Sebesi Kecamatan Rajabasa – Foto: Henk Widi

Wilayah pulau Sebesi dengan desa Tejang yang dekat dengan GAK memiliki kawasan wisata pulau Umang dan wisata bawah air. Kerusakan dermaga sudah diperbaiki sehingga perahu pengangkut warga dan wisatawan bisa kembali beroperasi.

“Peran dinas pariwisata kabupaten dan provinsi mendukung agar pariwisata pulih dan sudah terlihat dalam tiga bulan terakhir,” ungkap Sabtudin.

Infrastruktur yang sudah pulih memudahkan wisatawan diakui Kuat Heriwan, pegiat wisata di Lampung. Ia menyebut fasilitas transportasi memadai menjadi pendukung agar wisatawan bisa menikmati keindahan destinasi di Lampung.

Enam bulan sebelumnya ia mengaku masih melihat dermaga yang rusak akibat tsunami. Namun perbaikan sudah dilakukan dan bisa dilalui untuk aktivitas pariwisata.

Sejumlah objek wisata yang sempat rusak seperti pulau Umang bahkan kembali pulih. Ia bisa mengabadikan momen untuk feed Instagram miliknya sekaligus promosi akan pulihnya pariwisata di Lampung.

Keberadaan fasilitas villa, homestay sebagian milik Pemda Lamsel bahkan kembali bisa digunakan. Daya dukung yang memadai menurutnya memberi dampak positif bagi sejumlah pihak.

Rini Ariasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel menyebut, konsep wisata berbasis lingkungan berkelanjutan (eco and sustainable tourism ) terus dilakukan.

Rini Ariasih, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Tahap perbaikan fasilitas sebagai daya dukung pariwisata telah dilakukan untuk menarik minat wisatawan. Kepada para traveler, pegiat wisata dengan media sosial, media massa ia berharap ikut mendukung pemulihan pariwisata di Lamsel.

Sejumlah destinasi wisata menarik yang sudah pulih menurutnya ikut memberdayakan masyarakat. Fasilitas yang kembali pulih memberi kesempatan ojek perahu, pemilik kapal melayani jasa penyeberangan.

Selanjutnya para pembuat oleh-oleh, pemandu wisata juga bisa mendapat penghasilan. Bangkitnya sektor pariwisata juga menjadi sumber pendapatan asli daerah dengan adanya fasilitas homestay milik Pemda di pulau Sebesi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!