hut

Ini Wilayah-wilayah Paparan Gerhana Bulan Sebagian

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gerhana Bulan Sebagian yang akan berlangsung sekitar lima jam, dapat disaksikan secara sempurna dari wilayah Barat Indonesia. Tapi tetap tidak bisa melihat proses akhirnya.

Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Widya Sawitar, menyebutkan bahwa posisi tengah bulan ada di sekitar Afrika Selatan.

“Jarak jangkauan gerhana bulan ini hampir mencapai sepertiga dunia. Saat terjadi gerhana, wilayah yang paling banyak dapat melihat adalah wilayah Barat Indonesia,” kata Widya sesaat sebelum Gerhana Bulan Sebagian terjadi, Rabu dini hari (17/7/2019).

Ia menjelaskan wilayah Barat Indonesia bisa menikmati fenomena ini secara lengkap. Meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

“Karena ada selisih waktu, maka saat fenomena gerhana ini dimulai, wilayah Timur Indonesia sudah memasuki waktu pagi. Sehingga mereka hanya bisa melihat awalnya saja,” ujar Widya lebih lanjut.

Dari peta wilayah paparan Gerhana Bulan Sebagian, terlihat wilayah Timur Indonesia hanya mengalami tahapan P1 atau Penumbra-1.

“Saat P1 berlangsung pada pukul 01.43 WIB , wilayah timur Indonesia sudah masuk pada pukul 03.43 WIB. Artinya, mereka hanya bisa menikmati proses gerhana diawal U1 atau Umbra-1 saja. Contohnya, wilayah Papua yang sudah mulai proses terbit Matahari. Mereka hanya bisa menikmati awalnya saja,” ujar Widya.

Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta Widya Sawitar saat persiapan peneropongan Gerhana Bulan Sebagian. -Foto: Ranny Supusepa

Wilayah Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, berdasarkan wilayah waktu Indonesia, masih akan bisa menikmati dalam waktu yang lebih panjang.

“Saat proses Mid atau tengah gerhana, wilayah barat Indonesia akan bisa melihat prosesnya. Hingga masuk tahap U4, yang akan dimulai pada pukul 05.59 WIB,” urai Widya lebih lanjut.

Tapi, ia menambahkan, tetap saja wilayah Barat Indonesia tidak bisa melihat proses akhir dari fenomena gerhana bulan ini.

“Tahap akhir gerhana akan terjadi pada pukul 07.17 WIB. Saat itu, wilayah Barat Indonesia sudah terbit Matahari. Jadi tidak bisa lihat proses akhirnya,” kata Widya.

Pada peneropongan Gerhana Bulan Sebagian kali ini, Planetarium dan Observatorium Jakarta menyediakan 13 teleskop.

“Ada tujuh teleskop jenis refraktor. Yaitu teleskop yang menggunakan lensa untuk masyarakat umum melakukan peneropongan,” kata Staf Astrofotografi Planetarium dan Observatorium Jakarta Mila Izzatul Ikhsanti.

Selain itu, disediakan juga satu teleskop jenis reflektor, yaitu teleskop yang menggunakan cermin.

“Sebenarnya sama saja fungsinya, hanya jenis reflektor itu akan menghasilkan gambar yang lebih besar dan lebih jelas,” tambah Mila.

Lima jenis teleskop lainnya adalah jenis refraktor dan catadioptric untuk kepentingan Astrofotografi.

“Ini merupakan jenis yang menggabungkan lensa dengan cermin. Sistem optik teleskop ini memungkinkan hasil yang lebih besar dibandingkan jenis teleskop lainnya,” pungkas Mila.

Lihat juga...