hut

Jamu Tradisional Alternatif Jaga Kesehatan Saat Kemarau

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kala kemarau tiba, menurunnya kondisi kesehatan tubuh kerap dikeluhkan masyarakat. Meski demikian bagi sebagian warga di pedesaan, jamu tradisional menjadi pilihan menjaga tubuh tetap fit.

Kepala UPT Puskesmas Ketapang, Samsu Rizal menyebutkan, jamu tradisional sangat bagus jika dibuat dengan standar mutu yang bagus.

“Pembuatan yang bersih, bahan alami yang tepat bisa menjadikan alternatif untuk menjaga kesehatan saat kemarau,” sebutnya kepada Cendana News, Jumat (19/7/2019).

Disebutkan, dalam cuaca kemarau, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, terutama kaum ibu. Salah satunya mengawasi yang dikonsumsi anak.

“Jangan dibelikan minuman es, justru bagus jamu beras kencur, selain sehat tentunya disukai anak anak,”papar Samsu Rizal.

Selain untuk konsumsi, ia juga mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan agar bisa mencegah penyakit demam berdarah (DBD) yang sempat menyerang warga di wilayah Ketapang dan Sragi.

Sementara itu, Muniah, salah satu pedagang jamu tradisional di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, kandungan dalam jamu merupakan bahan alami yang diolah menjadi jamu modern seperti obat tolak angin, obat batuk, pusing, mabuk perjalanan dan obat lain. Sejumlah bahan yang masih dipertahankan di antaranya jahe merah, adas, cabe puyang atau cabe jawa, kunyit, kencur dan tanaman lain.

“Jamu tradisional tentunya menjadi warisan leluhur dan kehandalannya dalam menjaga daya tahan tubuh tidak perlu diragukan, terlebih bahan yang digunakan alami tanpa pengawet,” terang Muniah.

Selain diminum langsung jamu cabe puyang bisa disimpan untuk diminum kala dibutuhkan. Foto: Henk Widi

Jamu tradisional diakui Muniah diracik dengan menggunakan cara sederhana tanpa mesin. Meski demikian ia memastikan proses tetap dijaga agar higienis sekaligus kualitas bahan dalam kondisi baik. Bahkan, sejumlah bahan pembuatan jamu bahkan sengaja ditanam di kebun miliknya dengan sistem organik tanpa bahan kimia.

Harga yang murah dari Rp3.000 hingga Rp10.000 diakuinya cukup sebanding dengan manfaat kesehatan yang diperoleh. Terlebih bukan hanya untuk mengobati penyakit tetapi juga menjaga daya tahan tubuh. Saat mengonsumsi jamu maka tubuh akan lebih fit sehingga saat kemarau tidak rentan terkena penyakit.

Lihat juga...