hut

Jelang Galungan, Distan Denpasar Awasi Penjualan Daging di Pasar

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Dinas Pertanian Depasar gencar melaksanakan pemeriksaan daging. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Suci Galungan dan Kuningan tersebut, menyasar 36 pasar dan Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar.

Setiap Hari Raya Kuningan dan Galungan, konsumsi daging di Bali mengalami peningkatan. Pemeriksaan dilakukan, untuk memberikan jaminan kesehatan pada daging yang dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra.-Foto: Sultan Anshori.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, mengatakan, hari Suci Galungan dan Kuningan khususnya pada penampahan, identik dengan pemotongan babi dan memasak olahan daging babi.

Sehingga, pemeriksaan menjadi hal yang penting, dengan memperhatikan kesehatan daging yang hendak dimasak. Saat ini telah disiagakan enam orang tenaga dokter hewan yang menangani pemeriksaan antemortem (hewan sebelum disembelih) dan postmortem (hewan setelah disembelih).

“Menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan di Bali, identik dengan nampah. Walaupun sudah dicek sebelum dilakukan pemotongan di RPH, pengecekan kondisi daging juga penting untuk memastikan kesehatan daging sebelum dikonsumsi,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Ambara Putra menyebut, dari pemantauan dan pengecekan di seluruh pasar dan RPH di Kota Denpasar. Seluruh daging dinyatakan layak untuk dikonsumsi. Hal itu berdasarkan pengujian yang dilaksanakan secara organoleptik. “Untuk hasil pemeriksaan secara organoleptik, dipastikan sehat dan layak konsumsi,” tandasnya.

Made Segina, salah warga yang hendak membeli daging untuk merayakan Galungan, mengaku sangat mendukung langkah Pemkot Denpasar tersebut. Menurutnya, dengan hal itu masyarakat tidak khawatir dengan kualitas daging yang akan dibeli dan akan dikonsumsi. “Saya pikir ini langkah bagus. Ini bagian upaya pemerintah peduli akan kesehatan masyarakatnya,” tanda Made Segina.

Lihat juga...