hut

Jelang Qurban, Pengrajin Pisau Tradisional di Bantul Panen Pesanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Hari Raya Idul Adha memang selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pandai besi tradisional di kabupaten Bantul Yogyakarta. Menjelang Qurban, mereka pun mendapatkan banyak pesanan pisau daging maupun untuk menyembelih hewan ternak.

Seperti dirasakan para pengrajin pisau tradisional di sentra pandai besi dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Sebulan menjelang hari raya Qurban mereka mengaku mendapat puluhan pesanan dari para pelanggan maupun warga sekitar.

Salah seorang pandai besi, Hamid, bahkan mengaku sudah mendapat pesanan sebanyak 25 bilah pisau selama seminggu terakhir. Jumlah itu dikatakan meningkat jauh dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Kalau biasanya pesanan paling banyak 3-4 pisau setiap minggunya. Tapi mendekati hari raya Qurban ini saya bisa dapat pesanan hingga 25 buah. Itu belum termasuk pisau yang saya jual di pasar,” katanya, Selasa (16/07/2019).

Meski memproduksi berbagai macam alat pertanian, seperti cangkul, arit hingga parang, namun menjelang hari raya Qurban, Hamid fokus untuk membuat pisau daging dan pisau untuk menyembelih hewan ternak.

“Pisau daging seharga Rp50-70 ribu per buah. Sedangkan pisau untuk menyembelih sekitar Rp750 ribu,” katanya.

Sebagai daerah sentra pandai besi, dusun Jodog sendiri banyak terdapat para pengrajin pisau. Mereka mayoritas menjadi pengrajin pandai besi secara turun temurun. Selain membuat sendiri, mereka biasanya juga menjual langsung pisau-pisau tersebut ke pasar-pasar tradisional.

“Untuk pisau daging biasa, sehari bisa buat sampai lima buah. Sedangkan pisau untuk menyembelih, satu bilah harus dibuat dalam waktu dua hari. Itupun harus mengunakan alat mesin seperti blower hingga gerinda,” katanya.

Dibuat dari baja, bahan baku pembuatan pisau ini sendiri dibuat dari besi bekas per truk yang sudah tak terpakai. Para pandai besi kemudian mengolahnya dengan cara ditempa dan dibentuk hingga menjadi pisau.

“Paling lama itu proses finishing. Karena harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar kualitas pisau yang dihasilkan kuat dan tahan lama,” pungkasnya.

Lihat juga...