Jember Gali Potensi Wisata Budaya dan Pokdarwis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Setiap tahun beragam festival budaya dilaksanakan di Kabupaten Jember. Misalnya festival pegon yang digelar oleh masyarakat sekitar pantai watu ulo setiap lebaran ketupat.

Melihat potensi ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Jember ke depan akan memasukkan festival tersebut sebagai objek wisata di Jember.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Jember, Anas Ma’ruf,  untuk wisata budaya sebenarnya di Jember tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja selama ini sosialisasinya masih kurang.

“Contohnya Festival Pegon dan Festival Tahu Tempe di Puger, ini merupakan agenda rutin. Tapi dikenal baru-baru ini karena melalui promosi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan menggandeng blogger,”  kata Anas, Kamis (11/7/2019).

Untuk itu, ke depan menurut Anas, pihaknya akan memasukkan festival yang ada dalam kalender wisata di Jember dan lebih menggencarkan promosi.

“Sehingga baik masyarakat Jember atau pun luar Jember bisa tahu, kapan saja pelaksanaan festival-festival tersebut. Jadi Jember tak hanya dikenal sebagai kota JFC,”  tambahnya.

Disamping itu, Dispar Jember juga gencar melakukan pembinaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) agar wisata lokal di Jember menjadi objek unggulan Jember.

Anas mencontohkan, wisata arung jeram Jumerto di Kecamatan Patrang Jember. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pembinaan pokdarwis di sana seperti melengkapi sarana dan prasarana maupun dari segi promosi.

“Dari pokdarwis yang ada di Jember, diharapkan nantinya, wisata yang terunggul dapat diikutkan dalam penghargaan Anugerah Sapta Pesona Jawa Timur yang akan mewakili Kabupaten Jember,” ujarnya.

Lebih lanjut Anas menambahkan, sejauh ini, 21 pokdarwis di Jember masih belum optimal dalam pengelolaan.

“Namun, ada beberapa yang sudah mulai dilirik wisatawan seperti Arung Jeram Jumerto di Kecamatan Patrang dan Pantai Pancer Puger,” pungkasnya.

Lihat juga...