hut

Jeruk Siam Manis, Minim Perawatan dan Mampu Berbuah Lebat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Usaha budidaya jeruk, memang menjadi salah satu bidang pertanian yang memiliki potensi keuntungan menjanjikan. Dari sekian banyak pohon jeruk yang dapat dibudidayakan, salah satu jenis yang cukup populer adalah pohon jeruk jenis Siam.

Memiliki rasa manis, tidak butuh banyak perawatan, serta mampu berbuah lebat, itulah tiga keunggulan pohon jeruk jenis Siam. Tak heran banyak petani pohon jeruk, memilih jenis ini untuk ditanam di kebun mereka.

Seperti diungkapkan salah seorang petani jeruk asal Godean, Sleman, Yogyakarta, Cahyanta Susila atau juga dikenal Adofish (54). Memiliki lahan seluas 3000 meter persegi, ia mengaku menanam sekitar 300 pohon jeruk jenis Siam ini.

“Keunggulan jenis Siam itu rasanya manis. Sedikit kecut, namun tidak terlalu kecut. Buahnya bisa tumbuh lebat dan tidak butuh banyak perawatan. Sehingga mudah dibudidayakan,” katanya, Senin (1/7/2019).

Mendatangkan bibit dari daerah Purworejo, Cahyanta menyebut pohon jeruk jenis Siam sangat cocok ditanam di lahan tanah lempung berpasir. Ia sendiri mengaku menanam pohon jeruk miliknya dengan sistem bedengan.

“Jenis siam ini harus ditanam dengan sistem bedengan. Bedengan juga harus cukup tinggi, agar pohon tidak kena air. Kalau terendam air bisa busuk. Untuk jarak tanam 2-2,5 meter,” ungkapnya.

Untuk perawatan sendiri, jeruk jenis Siam tidak sulit. Pemupukan biasanya dilakukan 3 kali dalam setahun, dengan mamakai pupuk kandang. Sementara penyemprotan hama pestisida dilakukan rutin 3-4 hari sekali, dengan menggunakan pestisida alami/organik berupa urine kelinci.

“Selain bisa untuk pupuk, urine kelinci juga bisa untuk pestisida alami. Sehingga sangat bagus. Saya sendiri sengaja membudidayakan kelinci untuk diambil urinnya. Karena selain bisa dipakai sendiri juga bisa dijual,” katanya.

Selain pemupukan dan penyemprotan, perawatan rutin lainnya juga dilakukan dengan memangkas ranting/tunas yang tidak diperlukan. Pemangkasan ranting atau tunas yang tumbuh di luar tunas utama ini dilakukan agar pohon jeruk bisa berbuah lebat.

“Jeruk jenis Siam ini sudah bisa berbuah dan panen saat umur 2-2,5 tahun. Dalam setahun biasanya berbuah sebanyak 2 kali. Dan setiap kali musim berbuah bisa panen setiap hari selama 2 bulan lebih,” katanya.

Pada musim buah kali ini saja Cahyanta mengaku sudah mampu memanen sekitar 21 kuintal jeruk selama masa waktu sekitar 1 bulan. Rata-rata dalam sehari ia bisa memanen sekitar 1 kuintal jeruk.

Mayoritas hasil panen itu ia jual sendiri pada konsumen yang datang untuk memetik langsung ke kebun miliknya.

“Semua jeruk saya jual sendiri langsung ke konsumen. Per kilo Rp13 ribu, itu petik langsung di kebun. Jadi dijamin matang di pohon,” ungkapnya.

Lihat juga...