hut

Johan Sukses Budi Daya Ayam Kalkun

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Johan Efendi (40), warga Dusun Jodog, RT 5 Gilangharjo, Pandak, Bantul, sukses membudidayakan ayam Kalkun berbagai jenis di lahan pekarangan rumahnya. Berawal dari memelihara satu pasang ayam kalkun, usaha ternaknya mampu berkembang pesat. Dari ayam kalkun yang ia pelihara, ia bahkan mampu merenovasi rumah, membeli 3 unit mobil, hingga menghidupi seorang istri dan 2 anaknya. 

Ditemui Cendana News belum lama ini, Johan mengaku mulai memelihara ayam kalkun sejak 2012. Saat itu, jumlah peternak atau pembudidaya kalkun masih cukup jarang.

“Awalnya saya hanya coba-coba, beli ayam sepasang di pasar. Karena bosan, kalkun itu lalu saya jual. Waktu itu saya tawarkan secara online. Ternyata banyak sekali yang menanyakan dan berminat. Dari situ saya berpikir untuk memulai usaha budi daya kalkun,” katanya.

Meski telah cukup lama memelihara berbagai jenis ayam, Johan mengaku baru berhasil membudidayakan ayam jenis kalkun pada 2013, atau satu tahun setelah memulai usahanya. Dari situ ia rutin menjual ayam hasil budi daya miliknya ke luar daerah, mulai dari Jakarta, Bali, Sumatra dan Kalimantan.

“Karena permintaan banyak sementara jumlah produksi terbatas, saya juga rutin mengambil kalkun dari sejumlah teman peternak lain di Bantul. Kalkun-kalkun itu saya kirim ke berbagai daerah dengan menggunakan bus atau kereta. Saat itu, jasa pengiriman online belum seperti sekarang,” katanya.

Pada sekitar 2013 hingga 2015, kata Johan, merupakan puncak tertinggi penjualan ayam kalkun miliknya. Dalam sebulan, ia mengaku mampu menjual ratusan ayam kalkun mulai dari kelas bibit/anakan, remaja, indukan hingga kalkun konsumsi. Bahkan, juga ayam kalkun hias.

“Saat ini, permintaan masih banyak. Namun karena jumlah peternak di Bantul makin sedikit, maka penjualan ayam kalkun yang saya lakukan juga menurun,” katanya.

Memanfaatkan lahan di belakang rumahnya, Johan saat ini memiliki ratusan ayam kalkun berbagai usia dan berbagai jenis. Terdiri dari sekitar 32 indukan, dan puluhan ayam kalkun anakan maupun remaja. Di antaranya jenis Bronze, Mutiara, Golden Palm Tricolor, Albino, Bourbon Red hingga Blue Sled.

“Untuk bibit DOC, harga jualnya rata-rata semua jenis berkisar Rp25 ribu. Untuk umur 1 bulan Rp44-50 ribu. Umur 2 bulan Rp65 ribu. Umur 3 bulan Rp80-90 ribu. Sedangkan indukan bervariasi tergantung jenis. Ada yang ratusan ribu bahkan hingga jutaan. Sementara untuk konsumsi dihargai dari bobot. Satu kilo hidup Rp50 ribu,” katanya.

Musim yang paling menguntungkan bagi peternak ayam kalkun seperti Johan adalah saat-saat menjelang Lebaran. Banyak pelaku usaha, seperti restoran maupun hotel membutuhkan ayam kalkun konsumsi.

“Lebaran kemarin saja saya bisa menjual sekitar 40 kalkun jantan untuk konsumsi,” pungkasnya.

Lihat juga...