hut

Kaya Manfaat Kesehatan, Warga Lamsel Budidayakan Madu Akasia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Manfaat lebah masih menjadi salah satu sumber alternatif kesehatan dalam bentuk madu dan produk alami lainnya.

Salah satu jenis lebah yang dibudidayakan merupakan jenis lebah madu apis Indika atau apis Cerana yang dikembangkan dalam media glodok kayu.

Syafii, salah satu peternak lebah madu asal Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang mengaku madu masih dimanfaatkan untuk tujuan pengobatan.

Syafii menyebut jenis madu yang kerap dicari warga adalah madu akasia yang diperoleh saat musim berbunga.

Akasia diakuinya memiliki warna bunga kuning dan kerap tumbuh saat bulan Juni hingga Juli. Sebagai sumber pakan alami, madu bunga akasia memiliki manfaat kesehatan. Kandungan nutrisi yang dihasilkan disebutnya memiliki fungsi antioksidan yang bisa diminum.

Sebanyak 20 stove atau glodok kayu kelapa diakui Syafii diternak olehnya sejak lima tahun silam. Sebagian merupakan lebah yang berasal dari proses berburu dari lubang pohon lalu dipindah, sebagian datang ke stove karena sumber pakan yang cukup.

Ia mengaku sengaja menanam pohon akasia dan pohon lain sumber pakan alami dari sejumlah tanaman berbunga.

“Musim berbunga akasia kan jarang jadi madu bunga akasia kerap diburu orang karena manfaat kesehatan yang cukup banyak. Ini saya peroleh sewaktu pelatihan perlebahan tentang jenis madu sesuai musim bunga,” terang Syafii salah satu peternak lebah saat ditemui Cendana News, Jumat (12/7/2019).

Madu akasia diakui Syafii memiliki manfaaat menjaga kesehatan kulit, mencegah penyakit kronis. Selain itu pada musim kemarau dengan potensi daya tahan tubuh menurun, madu akasia bisa mendukung sistem kekebalan tubuh, meningkatkan energi dan mempercepat penurunan berat badan. Seperti pada umumnya madu, ia juga menyebut mengonsumsi madu menyeimbangkan gula darah.

Manfaat madu akasia dari lebah diakuinya sangat bagus untuk kesehatan sehingga ia kerap memanen madu ketika ada pesanan. Saat konsumen datang ia melakukan proses pemanenan dari stove kayu kelapa berbentuk kotak.

Pelanggan juga bisa melihat proses pemanenan madu sekaligus melihat tanaman akasia miliknya sebagai sumber pakan alami lebah.

“Konsumen kerap tidak yakin dengan manfaat madu yang dijual oleh pedagang keliling sehingga mau madu yang asli langsung panen,” ungkap Syafii.

Madu yang dijual dalam botol diakui Syafii memiliki beragam ukuran. Ia menjual madu menyesuaikan tingkat kesulitan sumber pakan terutama saat musim kemarau.

Jenis madu akasia dalam botol ukuran 250 mililiter diakuinya dijual seharga Rp150.000. Selain itu dalam ukuran 500 mililiter seharga Rp300.000.

Harga yang tinggi diakuinya karena jaminan pembeli melihat langsung proses pemanenan dan keaslian madu.

Selain melalui madu, sejumlah konsumen yang ingin memanfaatkan lebah untuk kesehatan bisa menggunakan terapi lebah. Terapi lebah dengan proses penyengatan diakuinya terbukti mengobati sejumlah penyakit.

Proses terapi dengan sengat lebah diantaranya mengatasi kolesterol, mengurangi berat badan, pegal, melancarkan peredaran darah, pusing dan darah tinggi. Terapi alternatif disebutnya dilakukan bagi yang ingin mendapat kesehatan tanpa obat kimia.

Romli warga Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan Lampung Selatan melakukan proses perawatan stove rumah lebah madu – Foto: Henk Widi

Peternak lebah lain di Desa Taman Baru bernama Romli mengaku, memelihara lebah di kebun kakao. Selain pohon kakao ia juga menanam akasia yang mulai berbunga.

Laki-laki yang belajar perlebahan untuk mengisi waktu pensiun ini menyebut tanaman buah bisa menjadi sumber pakan alami lebah. Manfaat kesehatan dari madu lebah menurutnya membuat ia memelihara puluhan stove dari kayu kelapa.

Proses pemanenan madu lebah dengan perhitungan tepat membuat ia bisa mengumpulkan madu dalam jumlah banyak.

Selain dipanen ia tetap menyisakan rumah atau tolo agar generasi lebah bisa tetap berlanjut. Madu yang dipercaya berkhasiat untuk kesehatan kerap dipesan dan dijual mulai harga Rp100.000 hingga Rp500.000. Ukuran mulai 150 mililiter hingga 500 mililiter kerap dipesan oleh pelanggan.

“Manfaat kesehatan dari mengonsumsi madu masih dipercaya masyarakat sehingga saya terus memelihara lebah,” ungkap Romli.

Musim bunga tanaman akasia, kakao, kelengkeng diakuinya ikut mempengaruhi kualitas madu. Rasa yang diperoleh kerap menyesuaikan bunga yang dihisap lebah.

Saat bulan Juli pada musim bunga akasia, lebah menghasilkan madu akasia yang dicari oleh banyak pelanggan.

Khasiat madu akasia yang cukup beragam membuat permintaan madu masih stabil bahkan kerap kehabisan stok.

Lihat juga...