hut

Kemarau Belum Pengaruhi Pertanian di Rejang Lebong

Ilustrasi sawah - Dokumentasi CDN

REJANG LEBONG – Musim kemarau di Rejang Lebong, diklaim belum mempengaruhi dunia pertanian di daerah tersebut.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, Ahmad Safriansyah, mengatakan, kemarau yang melanda sejumlah daerah, telah berdampak pada aktivitas pertanian yang gagal panen atau puso. “Kalau di sini belum pernah terjadi kekeringan yang ekstrem, sehingga usaha pertanian tetap berjalan, karena sesekali masih turun hujan,” ujarnya.

Belum berpengaruhnya musim kemarau terhadap usaha pertanian di Rejang Lebong, karena areal persawahan di daerah tersebut mengandalkan pengairan irigasi. Sumber air yang ada masih memadai, selain itu hujan juga masih sering turun dalam waktu sebulan belakangan ini.

“Untuk kawasan sentra penghasil padi di Desa Rimbo Recap, Kelurahan Talang Benih maupun di kawasan Musi Kejalo, saat ini kebanyakan tidak lagi menerapkan musim tanam serentak, sehingga setiap bulan ada yang panen dan tanam,” jelasnya.

Pada sejumlah daerah, yang melakukan tanam rutin, Indeks Pertanamannya (IP) tiga kali dalam setahun. Sedangkan beberapa kecamatan, yang mengandalkan sistem pertanian tadah hujan seperti di Kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding dan sekitarnya memiliki IP 1,5.

Sejauh ini areal sawah baku di 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong memiliki seluas 5.525 hektare. Jumlah tersebut, mengalami penurunan dari luasan sebelumnya yang mencapai 9.000-an hektare. Luasan riil sawah di Rejang Lebong ini diketahui setelah pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), bersama pihaknya serta penyuluh pertanian melakukan pengukuran ke lapangan serta menggunakan Citra Satelit, sehingga data lahan pertanian ini adalah sawah produktif. (Ant)

Lihat juga...