hut

Kemarau, Perlu Optimalkan Pencegahan Bencana

Ilustrasi. Aktivitas BPBD - Foto: Dokumentasi CDN

CIANJUR  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat mengajak semua pihak untuk ikut terlibat dalam meminimalisasi dampak bencana, terutama pada musim kemarau dengan melakukan pencegahan.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan penanganan bencana bersama, mulai dari jangka pendek, menengah, dan jangka panjang agar dampak dari bencana dapat diminimalisir, terutama pada musim kemarau seperti sekarang,” kata Kepala BPBD Cianjur, Dodi Permadi, di Cianjur, Rabu.

Ia menuturkan hampir setiap tahun tercatat kekeringan melanda 90 desa di 11 kecamatan.

Meskipun tahun ini baru ada lima kecamatan yang dilaporkan terdampak kekeringan, kata dia, diperkirakan jumlahnya akan sama dengan tahun lalu.

“Setiap tahun penanganan kekeringan hanya distribusi air bersih menggunakan tangki kemudian dibagikan ke warga dengan jerigen, meskipun tidak optimal dan menjadi solusi,” katanya.

Untuk data kebencanaan tahun lalu, ungkap dia, hampir seluruhnya belum tertangani dengan optimal karena metode yang sama dilakukan setiap tahun, yakni memberikan pasokan air, bukan mencari solusi lain agar warga sekitar tidak kesulitan mendapatkan air.

Untuk penanganan kebencanaan di Cianjur, terutama kekeringan, pihaknya akan melibatkan semua pihak karena keterlibatan instansi pemerintahan, warga, hingga dunia usaha dalam kebencanaan akan membuat Cianjur siap dalam pencegahan, bukan penanganan.

“Sangat diperlukan koordinasi lintas sektoral agar pencegahan dapat dilakukan secara maksimal, bukan lagi melakukan penanganan tapi pencegahan, seperti menyiapkan embung air di tiap desa atau upaya lain,” katanya.

Khusus untuk bencana kekeringan, tambah dia, akan dilakukan tiga tahapan jangka pendek, dilakukan dengan penanganan di lapangan oleh lintas sektoral melalui pelaporan rutin dari setiap kecamatan, mulai dari dampak hingga kebutuhan di setiap wilayah.

Jangka menengah, katanya, dilakukan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak, seperti di Kecamatan Cibeber dengan pembangunan irigasi agar aliran air kembali normal ke lahan pertanian dan pemukiman warga.

“Untuk jangka panjang, dilakukan pembuatan sarana yang dapat meminimalisir dampak kekeringan, seperti membangun embung dan bak penampungan di wilayah rawan kekeringan,” katanya.

Dia berharap, penanganan berjenjang dapat membuat dampak bencana di Cianjur dapat diminimalisasi.

“Bukan hanya untuk bencana kekeringan, termasuk bencana lainnya, seperti banjir dan longsor,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...