hut

Kemarau, Petani Gantungkan Usaha ke Sumur Bor dan Embung

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Petani di Lampung Selatan saat ini sangat tergantung dengan sumur bor dan embung sumber air. Kawasan Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni menjadi tempat yang mulai kekurangan air.

Khoirul Anam, petani buah melon mengaku, kemarau tiba saat buah melon miliknya memasuki masa pembungaan. Fasilitas sumur bor yang dibangun sejak lima tahun silam saat ini masih cukup membantu.

Berkat sumur bor, tanaman melon daoat disiram pagi dan sore hari. Air dari sumur disalurkan ke parit yang ada di samping guludan. Penyiraman dilakukan dengan sistem kocor, dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk. “Pada sejumlah lereng perbukitan banyak lahan yang sudah tidak bisa ditanami karena kering, namun saya memiliki sumur bor dan dekat embung, sebagian petani sayuran dan buah memanfaatkan air yang terbatas untuk bertani meski kemarau,” ungkap Khoirul Anam kepada Cendana News, Sabtu (6/7/2019).

Khoirul Anam, salah satu petani melon di dusun Pegantungan Kecamatan Bakauheni Lamsel – Foto Henk Widi

Sumur bor memiliki kedalaman 70 meter, debit airnya cukup banyak. Ada warga yang mengambil untuk masak dan minum. Sementara untuk embung, yang memampung air hujan dimanfaatkan untuk pengairan dan memancing.

Meski kemarau, petani melon di daerah tersebut masih bisa mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta saat panen. Dengan harga jual Seharga Rp4.000 perkilogram, Khoirul masih bisa mendapatkan keuntungan. Sekali panen ia bisa memperoleh 20 ton melon, yang dikirim ke pasar lokal hingga ke Banten.

Petani lain, Wakijan, warga Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan  menyebut, pada kondisi normal, petani bisa memanfaatkan air sungai Way Kuripan. Namun debit air yang menyusut membuat petani harus saling berebut air. “Proses perawatan lebih mudah dengan kebutuhan air tidak sebanyak padi, jadi saya beralih menanam cabai,” ungkap Wakijan.

Harga cabai di tingkat petani mencapai Rp15.000 perkilogram  membuat Dia masih bisa mendapat omzet hingga jutaan rupiah saat panen meski sedang musim kemarau.

Lihat juga...