hut

Kemarau, Produksi Telur Bebek Turun

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Usaha peternakan bebek dengan sistem pangonan atau digembalakan di Lampung Selatan, mengalami penurunan produksi telur.

Warid, pemilik ratusan ekor bebek petelur asal Mesuji yang membawa bebeknya ke Lampung Selatan (Lamsel). Produksi telur bebek menurun karena kemarau. Kurangnya pasokan air di lahan persawahan, berimbas bahan makanan alami bebek ikut berkurang.

Pasokan air yang minim mempengaruhi minimnya keong, cacing, ulat dan ikan, yang menjadi sumber pakan di persawahan. Padahal, ternak bebek petelur selain asupan dari pakan dedak, juga mengandalkan pakan alami.

Sebagai perbandingan, saat musim penghujan 500 ekor bebek bisa memproduksi 200 hingga 300 butir telur. Saat kemarau, dengan jumlah ternak yang sama, hanya menghasilkan maksimal 150 butir telur. “Karena produksi telur sedang menurun, rencananya akan kembali ke tempat asal, agar bisa mencari tempat menggembala baru, yang masih memiliki sumber bahan makanan,” ungkap Warid kepada Cendana News, Selasa (2/7/2019).

Warid,salah satu peternak penggembala bebek petelur asal Mesuji – Foto Henk Widi

Warid kerap menggembala bebek di wilayah Kecamatan Palas. Lokasinya di dekat aliran sungai. Saat ini, sebagian peternak bebek memanfaatkan mesin pompa air. Penurunan produksi telur, juga diakui Dermawan, peternak warga Desa Bandanhurip, Palas. Sebagai peternak Dia menggunakan telur untuk ditetaskan, dan dijual dalam bentuk anakan bebek. Sementara telur bebek ukuran kecil, disisisihkan untuk bahan baku pembuatan telur asin.

Sebagian telur bebek untuk konsumsi, dijual ke pengepul untuk pasokan bahan baku kue dan sejumlah usaha kuliner. “Produksi telur menurun ikut berimbas usaha penetasan yang saya miliki kekurangan bahan baku, jadi saya tetaskan seadanya untuk anakan bebek,” terang Dermawan.

Anakan bebek yang ditetaskan saat produksi telur banyak, bisa mencapau 400 hingga 500 butir. Namun saat kemarau, hanya bisa 300 butir telur. Anakan bebek sebagian digunakan untuk pengganti bebek yang sudah tidak produktif.

Sebagian dijual kepada masyarakat, yang akan beternak bebek. Satu ekor anakan bebek di usia 15 hari dijual Rp15.000. Telur bebek dijual eceran Rp1.800 perbutir. Sedangkan untuk penjualan kepada pengepul, diharga Rp50.000 untuk satu karpet berisi 30 telur. Saat ini harga telur naik, untuk satu karpet menjadi Rp55.000 hingga Rp60.000.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!