hut

Kemarau, Tikus Serang Tanaman Padi di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Selain dihadapkan pada masalah kekeringan, para petani di Kabupaten Banyumas juga mulai diresahkan dengan serangan hama tikus. Meskipun belum begitu banyak, namun serangan hama tikus sudah merusak hingga 25 hektare tanaman padi milik petani.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, mengatakan, tanaman padi yang diserang tikus rata-rata masih usia 30-40 hari, sehingga masih sangat rentan terhadap serangan hama. Serangan tikus ini tersebar pada beberapa kecamatan.

“Laporan yang masuk ke kita, ada sekitar 25 hektare tanaman padi yang rusak akibat serangan hama tikus. Tanaman padi ini masih usia muda, sehingga belum kuat terhadap serangan tikus,” terangnya, Senin (1/7/2019).

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso. Foto: Hermiana E. Effendi

Widarso mengatakan, pada musim kemarau, hama tikus memang mengganas. Terlebih pada sebagian wilayah, petani tidak melakukan tanam padi secara serentak, sehingga tikus tetap bertahan dan pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

“Musim kemarau ini akan berlangsung panjang, sehingga petani harus waspada terhadap serangan hama tikus, terlebih saat usia tanaman padi sudah menjelang panen nanti,” imbaunya.

Sementara itu, salah satu petani di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Saryono, mengatakan, tanaman padi miliknya sebagian sudah rusak akibat tikus yang mengganas. Meski belum banyak, namun kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan petani.

“Kalau di Kecamatan Patikraja ini yang sudah diserang tikus antara lain tanaman padi di Desa Karanganyar, Kedungwuluh, Karangendep dan Notog. Tanaman banyak yang rusak dan roboh,” tuturnya.

Para petani khawatir kondisi ini bisa mengakibatkan tanaman padi mati dan gagal panen. Sebab, serangan hama tikus sangat sulit untuk diatasi.

Berbeda dengan serangan hama lainnya, yang cukup ditangani dengan penyemprotan anti hama. Namun untuk tikus, hanya bisa diatasi dengan cara gropyokan bersama-sama.

Saryono menuturkan, pada panen sebelumnya, serangan hama tikus juga sangat merugikan petani. Sawah miliknya seluas seperempat hektare, hanya mendapatkan hasil panen 15 kilogram. Padahal biasanya dengan lahan seluas itu, ia bisa mendapatkan hasil panen sampai 1 ton.

 

Lihat juga...