hut

Kemarau, Warga Lamsel Diimbau Jaga Kesehatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Memasuki masa kemarau udara yang kering dan berdebu mengakibatkan kualitas udara menurun.

Sebagai antisipasi timbulnya penyakit, UPT Puskesmas rawat inap Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) imbau warga jaga kesehatan.

Syaiful Anwar, kepala UPT Puskesmas Penengahan menyebut, mengajak masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Syaiful Anwar, Kepala UPT Puskesmas rawat inap Penengahan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan – Foto: Henk Widi

Syaiful Anwar menyebut saat musim kemarau, udara juga akan menjadi lebih kering dan berdebu. Kondisi tersebut membuat beberapa penyakit lebih rentan menyerang terutama kondisi tubuh yang tidak prima.

Solusi yang harus dilakukan masyarakat diakuinya dengan menjaga daya tahan tubuh agar tidak jatuh sakit. Kegiatan olahraga, menjaga makanan sehat, mengurangi aktivitas di luar ruangan yang berdebu, rutin minum air putih jadi cara menjaga tubuh tetap fit.

Ia juga menyebut bagi masyarakat yang tetap harus berada di luar ruangan, memakai masker menjadi keharusan. Sebab pembakaran lahan pertanian, kebakaran dan debu berpotensi mengganggu pernapasan.

Penyakit batuk, pilek akibat Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) rentan terjadi saat kemarau melanda. Sejumlah penanggungjawab program promosi kesehatan (Promkes) dan bidan desa diminta proaktif dalam menjaga kesehatan saat kemarau.

“Kemarau tentunya memiliki dampak beragam selain kekurangan air, imbas bagi kesehatan masyarakat yang menurun bisa terjadi sehingga Puskesmas mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh,” ungkap Syaiful Anwar saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (3/7/2019).

Syaiful Anwar menyebut sejumlah gangguan kesehatan potensial dialami saat kemarau cukup beragam. Beberapa diantaranya meliputi dehidrasi atau kekurangan asupan cairan dalam tubuh.

Cuaca yang panas membuat seseorang rentan mengalami dehidrasi. Sebagai solusinya, ia mengimbau warga selalu mencukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari. Terlebih bagi warga yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dianjurkan membawa minuman botol.

Selain dehidrasi, kondisi cuaca panas diakuinya membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan kulit kusam akibat terpapar sinar matahari, debu dan asap.

Kontaminasi zat zat yang beterbangan selama kemarau sekaligus ikut memicu gangguan kulit. Alergi akibat panas juga berpotensi terjadi akibat lapisan kulit menipis.

“Gunakan masker pelindung hidung serta pakaian yang melindungi diri dari paparan debu dan sinar matahari langsung,” ujar Syaiful Anwar.

Berkurangnya air akibat kemarau diakui Syaiful Anwar berpotensi menyerang saat kemarau. Berkurangnya pasokan air bersih di beberapa tempat bisa mempengaruhi proses pembersihan makanan, peralatan makan.

Sebab, kondisi makanan dan peralatan makan yang kotor berpotensi menyebabkan diare terutama bagi anak anak. Proses pencucian yang bersih diakuinya mutlak dilakukan menghindari penyakit diare.

Ia juga menambahkan kondisi musim kemarau membuat makanan lebih mudah terkontaminasi oleh udara yang berdebu. Kondisi hidangan yang kurang higienis itu berisiko menimbulkan diare. Hidangan makanan yang tidak tertutup dan terpapar debu serta lalat bisa mengakibatkan penyakit diare.

Selain diare, imbas kemarau diakui Syaiful Anwar, potensi penyakit tipus bisa terjadi. Sebab tipus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyakit ini sering ditularkan melalui konsumsi makanan yang tercemar bakteri Salmonella. Pencemaran makanan dapat terjadi akibat ada binatang seperti lalat yang hinggap di makanan.

“Lalat sangat mungkin membawa bakteri Salmonella saat hinggap di makanan, jika sebelumnya menempel di kotoran,” cetus Syaiful Anwar.

Musim kemarau yang mulai melanda dan identik dengan udara menjadi lebih berdebu ikut mengganggu kesehatan mata.

Saat kemarau, Syaiful Anwar menyebut warga berpotensi mengalami mata kering (dry eyes). Udara yang kering saat musim kemarau dapat meningkatkan penguapan air mata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah dry eyes.

“Gejala mata kering seperti mata memerah, mata mengganjal, mata belekan, pandangan kabur, dan air mata keluar terus-menerus,” kata Syaiful Anwar.

Untuk menghindari sejumlah penyakit tersebut Syaiful Anwar mengimbau masyarakat menjaga kesehatan fisik. Caranya dengan rutin mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta cukup tidur.

Kecukupan kebutuhan minum air putih harus selalu dipenuhi bukan saat haus melainkan saat dibutuhkan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan juga diminta datang ke Puskesmas.

Ngadiyo, salah satu warga Desa Kelaten, menyebut saat musim kemarau ia kerap mengalami dehidrasi. Sebagai anggota klub senam lansia, selain rutin olahraga ia juga rajin memeriksakan diri pada Posyandu Lansia.

Ngadiyo, salah satu warga yang aktif mengikuti senam lansia untuk menjaga kebugaran tubuh – Foto: Henk Widi

Pemeriksaan kesehatan tersebut kerap dilakukan bersamaan dengan senam rutin bersama lansia lain. Sosialisasi untuk menjaga asupan makanan bergizi saat kemarau sekaligus menghindari tubuh rentan sakit.

Ia yang masih kuat melakukan perjalanan dengan kendaraan roda dua selalu membawa masker. Sebab selama kemarau selain debu, asap kendaraan bisa mengakibatkan penyakit ISPA.

Selama musim kemarau ia juga memastikan kerap rutin mengonsumsi buah buahan mengandung air. Sebab buah seperti semangka, jeruk memiliki kadar air bagus untuk mengurangi potensi tubuh terkena dehidrasi.

Lihat juga...