hut

Kepulauan Mentawai Berpeluang Masuk Rute Tds 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Daerah kepulauan satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai berpeluang masuk dalam rute Tour de Singkarak (TdS) di tahun mendatang.

Kepastian Mentawai tergabung dalam TdS, menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur Trans Mentawai.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, salah satu alasan selama ini yang membuat Mentawai tidak bisa ikut bergabung dalam TdS, karena di Mentawai belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk menjadi jalur  rute balap sepeda.

Selain itu, untuk mempersiapkan Mentawai menjadi bagian dari TdS, transportasi seperti kapal juga perlu menjadi kesiapan pemerintah.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, dengan pembangunan infrastruktur jalan Trans Mentawai yang kini terus dilakukan, diharapkan tahun 2020 mendatang bisa selesai. Seiring dengan itu tim survei jalan akan meninjau kondisi jalan, guna memastikan kelayakan jalan Mentawai sebagai jalur balap sepeda internasional.

“Saya rasa Mentawai sangat bagus jadi bagian rute TdS, karena Mentawai sangat terkenal dengan keindahan pantainya yang mampu menandingi Hawai. Bahkan wisatawan yang datang ke Mentawai itu paling banyak dari luar negeri. Nah, sekarang kita tengah memperjuangkan Mentawai jadi bagian dari TdS,” katanya dalam rapat koordinasi TdS 2019 di Kyriad Bumiminang Hotel Padang, Jumat (12/7/2019).

Nasrul memperkirakan, jika nanti Trans Mentawai dilalui para pebalap, maka diperkirakan untuk jarak tempuh rute di Mentawai mencapai 100 kilometer lebih. Melihat dari panjang etape, Mentawai sudah memenuhi salah satu syarat bisa jadi bagian rute.

“Tour de Singkarak yang kini telah memasuki usia tahun ke-11, memang Mentawai selama ini tidak bisa terlibat, selain jalan yang mendukung, transportasi menuju Mentawai juga tidak ada. Begitu juga untuk penginapan. Untuk sekarang, seiring Trans Mentawai terus dikerjakan, pendukung lainnya seperti penginapan juga perlu dipersiapkan,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini ide yang terpikir olehnya apabila nanti Mentawai jadi masuk dalam TdS 2020, maka untuk penginapan bisa dilakukan di atas kapal yang ukuran lebih besar, seperti kapal angkutan orang yang ada di Teluk Bayur.

“Saya berpikir begitu, jadi yang perlu ditunggu di sini jalan Trans Mentawai. Jika selesai Trans Mentawai, maka kemungkinan besar Mentawai berpeluang terlibat di TdS,” ungkapnya.

Nasrul mengakui, meski dari Pemprov Sumatera Barat merencanakan Mentawai masuk, persoalannya disetujui atau tidak berada di tangan Kementerian Pariwisata dan Kementerian PU. Karena di sini perlu ada persetujuan dari pemerintah pusat, seperti kondisi jalan dan potensi wisata.

Sejauh ini potensi wisata di Mentawai tidak diragukan lagi dan yang tinggal sekarang itu cuma jalan. Kini pembangunan Trans Mentawai terus dilakukan.

Terkait pembangunan Trans Mentawai, Wagub mengatakan dari laporan terakhir yang diterima dari pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, kini pembangunan jalan negara Trans Mentawai telah terlaksana 393,20 kilometer dengan rincian, Pulau Sipora sepanjang 77 kilometer, Pagai Utara 63 kilometer, Pagai Selatan 66 kilometer, dan Siberut 187,20 kilometer.

Dari kondisi yang demikian, dari data awal tahun 2019 ini, jalan yang telah dibangun dengan pengerasan sepanjang 63,10 kilometer, dan belum dibuka sepanjang 154,40 kilometer dan yang sudah terbuka tapi belum pengerasan sepanjang 171,70 kilometer.

“Jadi dalam melakukan pembangunan ini, berada di Pulau Sipora. Untuk daerah ini merupakan jalan yang terpanjang untuk dilakukan pengerjaan. Dari 77 kilometer, yang sudah dalam pengerasan sepanjang 33,30 kilometer, 6 kilometer jalan belum terbuka dan sepanjang 12 kilometer lagi dalam pengerasan,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!