hut

Kesadaran Warga Balikpapan Periksa Dini Kanker Meningkat

Editor: Koko Triarko

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Balikpapan, Sri Soetantinah –Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Kesadaran masyarakat Balikpapan untuk melakukan pemeriksaan dini terhadap penyakit kanker, mengalami peningkatan, khususnya pemeriksaan dini terhadap kanker serviks dan payudara.  Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan, Sri Soetantinah, dalam acara pemberian bantuan kepada penderita kanker, Jumat (19/7/2019).

YKI Balikpapan mencatat jumlah masyarakat yang melakukan pemeriksaan dini terhadap pencegahan penyakit kanker serviks dan payudara mencapai 500 orang.

“Respons masyarakat untuk pencegahan dini terhadap kanker dalam melakukan pemeriksaan, mulai Januari hingga kini sudah tembus 500 orang. Sebelumnya kurang dari itu, setiap YKI mengajak masyarakat untuk IVA dan Pap Smear,” katanya, di Sekretariat YKI, di Kantor PMI Balikpapan.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya jumlah atau respons masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini masih sangat minim. Sehingga dilakukan penyuluhan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini terhadap penyakit kanker.

“Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi maka bisa dilakukan pengobatan dengan segera, karena dapat terdeteksi lebih cepat. Setelah dilakukan pemeriksaan dini, ternyata juga banyak ditemukan,” papar perempuan yang pernah menjabat sebagai Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Balikpapan.

Ia mencontohkan, bila dilakukan pemeriksaan pada satu titik dari 40-50 orang yang periksa, maka ada 7-8 orang yang terdeteksi kanker. “Sekarang makin banyak periksa baru kita ketahui penderita kanker juga makin banyak. Jadi tergantung lokasi masing-masing. Contoh di timur, dari 30-40 pemeriksa itu bisa 7-8 yang menderita kanker,” sebut Sri Soetantinah.

Karena itu, pihaknya terus melakukan penyuluhan kepada ibu rumah tangga dan sekolah-sekolah, untuk terus melakukan pemeriksaan dini untuk mencegah dan melakukan pengobatan bila ditemukan penyakit kanker.

“Berdasarkan data, yang ditemukan YKI tahun lalu penderita kanker serviks ada 16 orang, dan sekarang sudah 23 penderita. Kita juga memberikan perhatian 10 jenis penyakit kanker, dan yang paling dominan ditemukan adalah serviks dan payudara,” urainya.

Selain itu, Yayasan Kanker Indonesia juga memberikan bantuan kepada penderita kanker yang tidak mampu.

“Ada bantuan kepada penderita kanker, tapi bervariasi. Kalau pengobatan ada BPJS Kesehatan. Nah, kita berikan bantuan seperti penderita yang lagi kemo diberikan bantuan susu. Kemudian yang mendampingi juga perlu banyak biaya, tapi kita seleksi juga,” tandasnya.

Ia pun berharap, dengan upaya pencegahan dini melalui program pemeriksaan awal dapat mencegah jumlah kematian akibat kanker.

Lihat juga...