hut

Korupsi Penyertaan Modal, Bos Media di Surabaya Ditahan Kejari Trenggalek

Tersangka korupsi penyertaan modal percetakan PDAU Trenggalek, TI, duduk menunggu proses administrasi tahanan titipan di Rutan Trenggalek, Jumat (19/7/2019) - Foto Ant

TRENGGALEK – Kejaksaan Negeri Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menahan TI, seorang bos media massa harian di Surabaya. TI ditahan karena menjadi tersangka korupsi penyertaan modal percetakan milik PDAU Pemkab Trenggalek.

Kegiatan penyertaan modal tersebut terjadi di kurun waktu 2008 hingga 2010, dengan nilai kerugian negara Rp7,3 miliar. TI yang menjadi direktur utama di perusahaan patungan antara PDAU dengan salah satu perusahaan media koran harian pagi, PT Surabaya Sore, dijebloskan Rumah Tahanan Klas IIB Trenggalek Jumat (19/7/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Penahanan dilakukan, setelah sehari sebelumnya TI sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soedomo, Trenggalek. Berjaket warna gelap kombinasi kaos warna putuh, TI dibawa masuk petugas kejaksaan menuju dalam rutan.

TI selanjutnya akan ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan dan bisa diperpanjang. TI dinyatakan sehat oleh tim medis RSUD dr Soedomo sehingga tidak harus menjalani rawat inap. “Dokter menyatakan kondisi tersangka sehat sehingga bisa langsung kami lakukan penahanan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa, Jumat (19/7/2019).

Sejatinya TI akan ditahan tim penyidik pada Kamis (18/7/2019) malam, setelah menjalani pemeriksaan secara maraton. Pemeriksaan dilakukan selama sekira delapan jam dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka S (Soeharto, mantan Bupati Trenggalek) yang sudah lebih dulu ditahan di Rumah Tahanan Klas IIB Trenggalek.

Namun, upaya eksekusi itu batal dilakukan. Penyebabnya, karena TI mengaku mendadak sakit dan harus cek up kesehatan di rumah sakit. Dia berdalih ada masalah dengan gula darah dan jantung sehingga meminta diberi kesempatan menjalani perawatan di RSUD setempat. “Kami tidak mau ambil risiko. Penahanan kami tunda sampai ada kepastian kondisi tersangka dari tim dokter yang memeriksanya,” tandasnya.

Sempat menginap sehari di ruang paviliun Bima, lantai 3 RSUD dr Soedomo, Trenggalek, pada pukul 14.30 WIB tim medis yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis jantung memastikan kondisi TI sehat. Surat pernyataan dan keterangan dokter dari rumah sakit itu yang kemudian menjadi dasar Kejari Trenggalek melanjutkan rencana eksekusi penahanan pada Jumat.

TI terseret pusaran korupsi penyertaan modal perusahaan percetakan milik PDAU Pemkab Trenggalek karena perusahaannya, PT Surabaya Sore, ikut andil dalam pendirian perusahaan baru yang diberi nama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS). Posisi TI dalam struktur perusahaan kerja sama ini menduduki puncak pimpinan, yakni Direktur Utama.

Namun, TI nyaris tidak tersentuh hukum saat tiga pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek (mantan anggota DPRD Trenggalek Sukaji dan mantan Bupati Trenggalek Suharto) terseret dalam kasus tersebut. Total investasi yang diklaim sebagai modal dasar dalam proyek pendirian perusahaan percetakan yang berbasis di Desa Karangsoko, Trenggalek ini adalah Rp8,9 miliar.

Rinciannya, PDAU memegang saham 80 persen dari total modal, sehingga berkewajiban menyuntikkan dana penyertaan modal sebesar Rp7,1 miliar. Sementara PT Surabaya Sore yang merupakan induk perusahaan media mendapat hak saham 20 persen, dengan kewajiban menyetor dana sebesar Rp1,7 miliar.

“Faktanya hingga sekarang tersangka TI ini tidak pernah menyetor dana penyertaan yang menjadi kewajibannya, dan justru mendapat setoran dana dari PDAU Trenggalek sebesar Rp5,95 miliar untuk pembelian alat percetakan yang ternyata juga barang rekondisi dan hasilnya (percetakan) rusak tidak bisa digunakan,” ungkap Lulus.

Penyelidikan dan penindakan atas kasus hukum tindak penyelewengan dana penyertaan modal ini telah dilakukan Kejaksaan Negeri Trenggalek sejak 2019. Tercatat ada tiga pejabat di lingkup Pemkab Trenggalek ditahan dalam kasus tersebut.

Mereka adalah ASN atas nama Faktkhurrohman, mantan anggota DPRD Trenggalek Sukaji, serta mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 Suharto. Suharto bahkan telah dijebloskan tahanan lebih dulu di Rutan Trenggalek. Ia dianggap ikut terlibat lantaran telah menyetujui proses pendirian PT BGS atas inisiasi dari tersangka TI ini. (Ant)

Lihat juga...