hut

KPPU Temukan 5 Dugaan Penyalahgunaan Kemitraan Perkebunan

Editor: Koko Triarko

Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan KPPU RI, Abdul Hakim Pasaribu -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Kemitraan sektor perkebunan menjadi salah satu bidang yang diawasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengingat instansi ini memiliki kewenangan untuk mengawasi sesuai Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Dari kemitraan itu, ditemukan lima kasus yang diduga penyalahgunaan kemitraan perkebunan plasma dengan perusahaan perkebunan besar. Lima temuan tersebut, dua di antaranya ada di Kalimantan Timur, yaitu di Bulungan dan Kutai Kartanegara.

“Ada temuan kasus di Bulungan sudah masuk dalam tahap penyelidikan, dan satu di Kutai Kartanegara rekomendasi kita masuk dalam penyelidikan,” ucap Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan KPPU R,I Abdul Hakim Pasaribu, Rabu (10/7/2019).

Ia menyebutkan, temuan dugaan penyalahgunaan itu dominan posisi antara pelaku besar dengan mitranya petani plasma.

“Kemungkinan ketidaktahuan mitranya plasma. Dari temuan itu untuk Kaltim satu kasus ditemukan berdasarkan laporan dan satu kasus dari inisiatif KPPU,” tandasnya.

Sekretaris KPPU RI, Charles Pandji Dewanto, menjelaskan dalam tubuh KPPU juga sudah dilakukan pembenahan struktur. Salah satu direktorat kemitraan dialihkan kedalam deputi penegakan hukum. Isi personel dari deputi penindakan banyak dari kalangan investigator.

Charles mengatakan, sudah ada 4-5 perkara kemitraan yang siap dinaikkan kasusnya ke penyelidikan, yakni dua di Kaltim, yakni Kukar dan Bulungan. Kasus serupa juga terjadi di Sumut dan Batam atau daerah penghasil perkebunan sawit.

“Dalam perjalanan tidak bisa masuk ke pencegahan. Jadi, sudah banyak dan ini impact-nya kepada masyarakat sangat besar, kita perlu melakukan intervensi, terutama yang bukti-bukti terlihat nyata sehingga saat ini ada 4-5 yang sudah dinaikkan ke penyelidikan. Banyak masyarakat kecil yang selama ini tidak tahu haknya,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!